Kamp Pengungsi Suriah Banjir, Enam Orang Meninggal

Hatay, Turki, MINA – Setidaknya enam pengungsi Suriah Meninggal setelah hujan lebat yang menyebapkan banjir melanda kamp-kamp pengungsian di Lebanon dan Turki.

Anadolu Agency melaporkan pada hari Jumat (26/10) bahwa enam pengungsi Suriah telah meninggal di dekat kota perbatasan Turki, Hatay ketika mereka mencoba menyeberang ke Turki karena cuaca cukup berbahaya dan mereka hanyut.

Dalam video yang dibagikan oleh anggota Komite Negosiasi Suriah Hadi Albahra dari kamp-kamp pengungsi dekat kota perbatasan Lebanon, Arsal, terlihat tanah benar-benar banjir, dengan tenda dan barang-barangnya hancur, MEMO melaporkan.

Kondisi cuaca telah membuat para pengungsi terpaksa meninggalkan tenda, kasur, dan selimut yang basah kuyup.

Hujan lebat juga menyapu seluruh Suriah utara dekat perbatasan Turki, menyebabkan kerusakan besar di kamp Deir Ballut, Aleppo yang dikelola oleh pemerintah Turki.

Warga Suriah yang terlantar di dalam dan di luar negeri menghadapi kondisi kemanusiaan yang memburuk saat musim dingin mendekat, dengan banyak kekurangan makanan pokok dan persediaan medis.

Negara-negara tetangga juga dianggap mengabaikan pengelolaan kamp dalam upaya membujuk warga Suriah agar kembali ke rumah mereka.

Pekan lalu, pemerintah Lebanon mengungkapkan bahwa sebanyak 776 pengungsi Suriah kembali secara sukarela ke negara mereka. Para pengungsi pulang dengan bus yang disediakan oleh pihak berwenang Suriah dan didampingi oleh petugas Keamanan Umum. Namun, banyak yang menolak tawaran itu karena takut ditangkap dan disiksa setelah mereka kembali.

Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) juga menghadapi kekurangan anggaran dan terpaksa menangguhkan jatah makanan dan bantuan bagi 8.000 keluarga Suriah pada bulan September, karena memprioritaskan yang paling rentan.

Bulan lalu, badan pengungsi PBB mengajukan banding sumbangan, mereka menyatakan bahwa dibutuhkan tambahan $ 44 juta dari total $ 270 juta yang telah diumumkan sebelumnya.

Secara keseluruhan, PBB memberi bantuan kepada lebih dari 5,6 juta pengungsi Suriah yang terdaftar di Turki, Libanon, Yordania, Irak serta Mesir yang 2,6 juta di antaranya adalah anak-anak. (T/Ast/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)