Kantor HAM PBB akan Dibuka di Sudan

New York, MINA – Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet menandatangani perjanjian dengan Sudan untuk membuka Kantor Hak Asasi Manusia PBB di Khartoum dan kantor lapangan di Darfur, Nil Biru, Kordofan Selatan dan Sudan Timur.

“Kami telah menyaksikan dengan kagum kegigihan para wanita, pria dan pemuda di Sudan dalam menegaskan hak asasi mereka. Jalan di depan menjanjikan penuh tantangan, tetapi kami siap membantu memastikan hak asasi manusia menembus transisi,” kata Bachelet, Anadolu Agency melaporkan pada Rabu (25/9).

Bachelet mengatakan, dengan “perjanjian penting” ini, OHCHR (Kantor Komisaris Tinggi untuk Hak Asasi Manusia) akan menawarkan semua dukungannya untuk menjadikan transisi Sudan sukses bagi hak asasi manusia semua rakyat Sudan.

Dia menambahkan, mereka berusaha untuk mendukung transisi terutama di empat bidang kritis, seperti memerangi ketimpangan, reformasi hukum dan kelembagaan, keadilan transisi, dan memperkuat pembukaan ruang demokrasi dan sipil.

Sudan berada dalam gejolak sejak 11 April, ketika militer mengumumkan “pemindahan” Presiden Omar Al-Bashir setelah berbulan-bulan protes rakyat terhadap kekuasaannya yang telah berjalan 30 tahun.

Pada 21 Agustus, Abdalla Hamdok menjadi perdana menteri sipil pertama Sudan sejak 1989, ketika Presiden Omar Al-Bashir digulingkan.

Negara itu sedang diperintah di bawah kesepakatan pembagian kekuasaan antara Dewan Militer Transisi Sudan dan Pasukan oposisi untuk Kebebasan dan Koalisi Perubahan. (T/Ast/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)