Kapal Bawa Bantuan Turki untuk Gaza Merapat di Pelabuhan Israel

Tel Aviv, 27 Ramadhan 1437/2 Juli 2016 (MINA) – Sebuah kapal Turki yang membawa bantuan untuk Gaza, Palestina, pada Jumat (1/7) merapat di pelabuhan Ashdod, Israel.

Kapal bernama Lady Leyla berbendera Panama itu membawa 10.000 ton pasokan termasuk makanan dan mainan untuk Gaza, sebagai bagian dari kesepakatan antara pemerintah Ankara dan Israel untuk memperbaiki hubungan kedua pemerintahan, demikian Nahar Net memberitakan yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Pada Ahad, 26 Juni, telah disepakati rekonsiliasi antara Turki dan Israel yang salah satu poinnya adalah Israel membebaskan Turki memberikan bantuan kepada rakyat Palestina hingga melakukan pembangunan di daerah yang terblokade itu.

Gambar yang disiarkan di televisi menunjukkan kapal tersebut berangkat dari pelabuhan selatan Mersin, Turki.

Jaringan NTV melaporkan, kapal membutuhkan waktu 30 jam untuk mencapai Israel dan bantuan akan tiba di Gaza sebelum perayaan Idul Fitri yang diprediksi jatuh pada Selasa, 5 Juli.

Partai AKP Turki yang berkuasa memiliki hubungan bersahabat dengan penguasa Hamas di Gaza, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menjadi pendukung vokal Palestina.

Pemerintah Ankara sedang mencari cara untuk pencabutan blokade laut Israel terhadap Gaza, tetapi sebagai bagian dari kesepakatan, bantuannya akan dikirimkan melalui pelabuhan Ashdod, Israel.

Seiring dengan pengiriman bantuan, Israel telah mengajukan permintaan maaf dan pemberian kompensasi kepada korban dari serangan militernya pada konvoi armada kapal kemanusiaan Mavi Marmara pada 2010.

Ibrahim Kalin, Juru bicara Presiden Turki pada Selasa (28/6) mengatakan bahwa keberangkatan kapal Lady Leyla akan menjadi “tes pertama untuk melihat apakah Israel akan memainkan peran fasilitator” dalam mengurangi blokade.

Sementara itu, Hamas di Jalur Gaza telah mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Ankara atas bantuan itu, tetapi gerakan perlawanan tersebut  mendesak pemerintah Turki menjaga tekanannya kepada Israel untuk mengakhiri 10 tahun blokade terhadapa Gaza. (T/P001/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)