Jakarta, MINA – Sebuah kapal kemanusiaan yang dinamai “Farizal Ramadhon” akan menjadi bagian dari armada Global Sumud Flotilla yang bersiap berlayar menembus blokade Jalur Gaza. Koordinator Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) Maimon Herawati mengatakan, salah satu kapal yang dibeli dari hasil patungan warga Indonesia.
Penamaan kapal ini menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan dan solidaritas kemanusiaan yang terus digelorakan dari berbagai negara.
Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menyebutkan, kapal tersebut merupakan salah satu dari armada yang dipersiapkan untuk misi internasional kemanusiaan menuju Gaza.
Armada ini akan bergabung dengan sekitar 100 kapal dari berbagai negara dalam gerakan Global Sumud Flotilla yang direncanakan berlayar dari Barcelona, Spanyol.
Baca Juga: ASN Peserta Komcad Bakal Dibekali Pengetahuan Dasar Senjata dan Latihan Menembak
Penamaan kapal “Farizal Ramadhon” disebut sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok prajurit yang gugur dalam tugas. Nama tersebut diabadikan sebagai simbol pengorbanan dan nilai kemanusiaan yang diharapkan menjadi inspirasi bagi para relawan yang terlibat dalam misi tersebut.
Misi Global Sumud Flotilla sendiri merupakan gerakan solidaritas internasional yang melibatkan aktivis, relawan, dan organisasi kemanusiaan dari berbagai negara.
Mereka berupaya membuka akses bantuan kemanusiaan ke Gaza yang hingga kini masih mengalami blokade dan keterbatasan distribusi bantuan.
Selain kapal “Farizal Ramadhon”, Indonesia juga dilaporkan menyiapkan kapal lain yang dinamai tokoh sejarah nasional sebagai bagian dari kontribusi dalam armada kemanusiaan tersebut. Seluruh kapal akan bergerak secara terkoordinasi bersama jaringan internasional yang lebih luas dalam misi ini.
Baca Juga: Kemhan Lepas 2.019 ASN Ikuti Pelatihan Komcad di Enam Lemdik Militer
Keikutsertaan armada sipil dalam misi semacam ini menunjukkan meningkatnya tekanan moral komunitas internasional terhadap krisis kemanusiaan di Gaza.
Meski demikian, misi tersebut juga diperkirakan menghadapi tantangan besar mengingat situasi keamanan di kawasan laut Mediterania yang masih rawan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Hujan Deras dan Angin Kencang Picu Pohon Tumbang, Tol Jagorawi Alami Kemacetan
















Mina Indonesia
Mina Arabic