Kapal Kargo Tujuan Jerman Turun 25 persen Dampak Serangan Houthi di Laut Merah

Sebuah kapal transit Terusan Suez menuju Laut Merah pada 10 Januari 2024 di Ismailia, Mesir. (Photo: Sayed Hassan/Getty Images)

Berlin, MINA – Institut Ekonomi Dunia Kiel yang berpusat di mengungkapkan bahwa jumlah kapal kargo yang masuk menurun sebesar 25 persen akibat serangan gerakan di . Demikian dikutip dari Memo, Kamis, (8/2).

Sebuah laporan dari lembaga tersebut menyatakan: “Jumlah angkutan barang yang diangkut melalui Laut Merah sekali lagi menurun pada bulan Januari. Pada bulan Desember, jumlah tersebut anjlok lebih dari setengahnya karena serangan militan Houthi.

Saat ini, terdapat 80 persen lebih sedikit kontainer yang melewati jalur laut dan Terusan Suez dibandingkan perkiraan normalnya. Hal ini juga berdampak pada pelabuhan Jerman seperti Hamburg dan Bremerhaven, di mana jumlah kapal yang masuk mengalami penurunan sebesar 25 persen.”

Kiel mencatat bahwa alasan penurunan drastis volume pengangkutan adalah karena kapal kontainer, setelah serangan militan Houthi, kini mengambil jalan memutar di sekitar Afrika dan Tanjung Harapan daripada melewati Laut Merah dan Terusan Suez.

Kelompok Houthi , yang menguasai sebagian besar pantai negara itu di Laut Merah, sebelumnya telah memperingatkan niat mereka untuk menyerang kapal mana pun yang terkait dengan pendudukan Israel, dan meminta negara-negara lain untuk menarik awak kapal mereka dan tidak mendekati mereka di laut. Sejumlah perusahaan pelayaran global meresponsnya dengan menangguhkan operasi melalui Laut Merah.

Kelompok Houthi berulang kali menekankan bahwa tindakan mereka di Laut Merah bertujuan untuk mendukung warga Palestina di Jalur dan mengatakan bahwa mereka tidak mengganggu kebebasan navigasi di wilayah tersebut.

Sejak pertengahan Januari, AS dan Inggris telah melancarkan serangan terhadap sasaran Houthi di Yaman, menggambarkan serangan tersebut sebagai respons terhadap ancaman terhadap kebebasan navigasi di Laut Merah.

Namun negara-negara besar dunia tidak memberikan sanksi apa pun terhadap pendudukan Israel ketika mereka melakukan kampanye genosida terhadap warga Palestina di Gaza, namun justru mendukung upaya perang tersebut baik secara ekonomi maupun diplomatis. (T/B03/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)