Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapal Kemanusiaan Tahap Dua ke Papua Barat Targetkan 28 Desa Terpencil

Hasanatun Aliyah - Rabu, 6 Desember 2017 - 15:45 WIB

Rabu, 6 Desember 2017 - 15:45 WIB

130 Views

Program Kapal Kemanusiaan tahap dua. (Foto: MER-C)

Program Kapal Kemanusiaan tahap dua. (Foto: MER-C)

Jakarta, MINA – Kapal Kemanusiaan tahap dua bagian dari program Lembaga Kemanusian Kegawatdaruratan Medical Emergency Rescue Committe (MER-C) dan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) didukung oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menargetkan untuk ke 28 desa terpencil di Papua Barat.

Koordinator MER-C untuk Papua, dr. Zackya Yahya menjelang  keberangkatannya ke Papua pada Rabu pagi (06/12) di Jakarta, mengungkapkan rasa syukur bisa bersinergi dengan berbagai elemen seperti AMCF selaku pemilik kapal dan Baznas selaku pendukung dana kegiatan khususnya kesehatan, sehingga jangkauan dan manfaat pelayanan MER-C di Papua Barat bisa lebih luas.

“Pagi ini tim MER-C akan berangkat ke Sorong. Selanjutnya pada tanggal 8 Desember 2017 lusa kami akan berlayar menuju desa pertama, yaitu desa Yellu di Misool Selatan untuk bergabung dengan tim AMCF di sana,” jelasnya.

MER-C sudah mempunyai program klinik sosial di Papua dan Papua Barat sejak tahun 2006. Dengan adanya program kerjasama Kapal Kemanusiaan yang tersebar di wilayah-wilayah jauh, sulit dijangkau dan sulit diakses melalui jalur darat, namun kami bisa memberikan bantuan layanan kesehatan dan kebutuhan yang sangat diperlukan masyarakat setempat,” katanya.

Baca Juga: Hari Anak Nasional 2024, SAI Jadi Fokus Utama

Menurutnya, masyarakat Indonesia yang berada di wilayah terpencil dan terdalam sangat membutuhkan perhatian dan bantuan, khususnya dari pemerintah.

“Masyarakat di ujung timur Indonesia masih sangat membutuhkan perhatian di berbagai bidang, hal inilah yang membuat kami bertahan untuk terus mendampingi masyarakat baik di Papua maupun di Papua Barat,” ujarnya.

MER-C menurunkan 11 personil relawan terdiri dari 6 dokter, 3 perawat dan 2 tenaga logistik ke 28 desa terpencil yang jadi sasaran.

“Untuk efektifitas waktu, di lapangan nanti tim akan dibagi menjadi 2 karena ada desa-desa yang dapat dijangkau dengan jalur darat dan ada yang tidak. Satu tim untuk pelayanan di darat, sementara tim lainnya akan berlayar ke wilayah lainnya, terus seperti itu,” paparnya.

Baca Juga: Pemerintah Aceh Luncurkan Program Gerakan Tuntas Baca Al-Qur’an

Ia menjelaskan, pelayanan MER-C khusus di bidang kesehatan mencakup pengobatan umum, sirkumsisi, pemeriksaan gizi anak, pemeriksaan mata dan penyuluhan kesehatan. Sementara program renovasi, pendidikan dan keagamaan akan dicover oleh AMCF.  (R-10/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Dubes Yassir Berharap Kerja Sama Sudan dengan Indonesia Semakin Erat 

Rekomendasi untuk Anda