Kapolres Banjarnegara Resmikan Pesantren Batabana Agroinovasi

Banjarnegara, MINA – Kapolres Banjarnegara, AKBP Fahmi Arifrianto resmikan Pesantren Batabana Agroinovasi di Desa Kaliurip Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (3/12).

“Keberadaan Pesantren Batabana Agroinovasi harus terus dikembangkan agar perekonomian masyarakat juga terus berkembang,” katanya saat menyampaikan sambutan.

Kapolres sangat mengapresiasi pada semua pihak yang telah membuat pesantren pertanian tersebut dan berjanji akan membantu mempromosikan pada momen-momen tertentu.

Sementara itu, Kasat Binmas AKP Rusmiyatun menyampaikan,  adanya Pesantren Batabana Agroinovasi merupakan bentuk kemitraan kepolisian dengan masyarakat.

“Kami terus melakukan pembinaan masyarakat, harapannya masyarakat semakin sejahtera, peresmian pesantren pertanian, penanaman pohon pisang dan panen perdana dan bakti sosial,” katanya.

Perlu diketahui, Pesantren Batabana Agroinovasi di Desa Kaliurip dirintis oleh Ir. Irhamto. Pegiat wisata ini berubah pikiran dan merintis pesantren pertanian yang diberi nama Batabana Agroinovasi, salah satu yang ditekuni yakni pisang emas.

“Kita membuat pesantren pertanian, bukan pondok pesantren. Konsepnya memadukan antara teman-teman yang mengembangan pendidikan agama dengan teman yang aktif di pertanian, sehingga terbentuk pesantren pertanian batabana agroinovasi,” terang Irhamto.

Menurutnya, pesantrennya mengembangkan berbagai macam tanaman dan tidak hanya ada di Kaliurip. Seperti di Dieng tanamannya sayuran dan Kaliurip Madukara tanam pisang emas kirana.

“Khusus di Madukara karena masyarakat ingin menanam yang nilai ekonominya tinggi, maka kita tanam pohon emas kirana karena sudah punya pasar,” ungkap Irhamto.

Dikatakan, dirinya menanam pohon pisang karena terinsipirasi dari Al-Qur’an yang disebutkan di surat Al Waqi’ah ayat 27 hingga 31.

“Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah,” kata Irhamto menerjemahkan ayat Al-Quran.

Ditambahkan, dampak pandemi COVID-19 yang sedang melanda ini perekonomian jadi melemah, akibat dari berbagai sektor usaha tidak berjalan dengan optimal.

Sektor pertanian termasuk yang bertahan, terutama buah-buahan merupakan salah satu sektor usaha yang masih berjalan dengan baik, permintaan akan produk buah-buahan justru makin meningkat di masa pandemi ini.

“Alasan itulah yang membuat kami makin bersemangan untuk mendirikan dan mengembangkan Pesantren pertanian ini, ” pungkas Irhamto. (L/B02/B04)

Mi’raj News Agency (MINA)