Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karhutla Sumatra Mengkhawatirkan, 2.945 Titik Panas Terdeteksi

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Rudi Hendrik - Selasa, 25 Agustus 2026 - 00:51 WIB

Selasa, 25 Agustus 2026 - 00:51 WIB

46 Views ㅤ

11 Daerah di Riau Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla Hadapi Musim Kemarau
Kondisi Lahan yang terbakar dan upaya pemadaman oleh Tim Gabungan di Kabupaten Bintan, Provinsi. kepulauan Riau (29/7/24) (Foto. BPBD Kabupaten Bintan)

Jambi, MINA – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Sumatra kembali meningkat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 2.945 titik panas yang tersebar di 10 provinsi berdasarkan pemantauan hingga Senin (24/8) pukul 07.00 WIB.

Jumlah titik panas terbanyak terdeteksi di Sumatra Selatan sebanyak 1.429 titik, disusul Riau 491 titik, Jambi 437 titik, Lampung 203 titik, dan Bangka Belitung 115 titik. Titik panas lainnya terpantau di Aceh 114 titik, Sumatra Utara 64 titik, Kepulauan Riau 53 titik, Sumatra Barat 20 titik, serta Bengkulu 19 titik.

Kondisi tersebut memperlihatkan tingginya ancaman karhutla di sejumlah wilayah Sumatra, terutama di bagian selatan dan tengah. BMKG sebelumnya juga mengingatkan adanya potensi peningkatan titik panas di wilayah rawan karhutla seiring kondisi curah hujan yang rendah pada periode akhir Agustus.

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Di Sumatra Selatan, perkembangan karhutla menjadi perhatian serius. Pemerintah mencatat hingga 23 Agustus 2026 jumlah titik panas di provinsi tersebut mencapai 12.956 titik, dengan konsentrasi tertinggi berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, dan Muara Enim.

Secara keseluruhan, luas lahan terbakar di 10 provinsi di Sumatra sepanjang 2026 telah mencapai sekitar 36.047 hektare. Pemerintah terus memperkuat upaya pemadaman dan pencegahan guna mencegah kebakaran meluas serta mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat.

Presiden Prabowo Subianto pada Senin melakukan peninjauan langsung penanganan karhutla di Riau dan Sumatra Selatan serta memimpin rapat koordinasi dengan jajaran terkait. Pemerintah memastikan penanganan kebakaran akan terus dilakukan secara cepat dan terpadu, termasuk dengan penambahan bantuan peralatan dan personel di wilayah terdampak.

Masyarakat di wilayah rawan diimbau tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran. Kewaspadaan diperlukan mengingat musim kemarau masih berlangsung dan kondisi cuaca kering dapat meningkatkan risiko meluasnya karhutla. []

Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Info MINA
Info MINA
Info MINA
Menlu Singapura Sebut Karhutla di Indonesia Ulah Manusia
Indonesia
Info MINA