Jambi, MINA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian di Pulau Sumatra. Data pemantauan terbaru menunjukkan ribuan titik panas terdeteksi, dengan konsentrasi tertinggi berada di Sumatera Selatan.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) yang diberitakan pada Jumat, 2 Oktober 2026, terdapat 1.685 titik panas di Sumatra, dengan 1.204 titik berada di Sumatera Selatan. Data tersebut menunjukkan aktivitas titik panas masih cukup tinggi di wilayah Sumatra.
Sementara itu, laporan lain berbasis data SiPongi Kementerian Kehutanan mencatat 3.452 titik panas di Sumatra per 1 Oktober 2026. Sumatera Selatan kembali menjadi wilayah dengan jumlah tertinggi, yakni 2.589 titik panas. Perbedaan angka antarpemantauan dapat terjadi karena waktu pengamatan, satelit, dan tingkat kepercayaan data yang digunakan berbeda.
Di Sumatera Selatan, kondisi karhutla mendapat perhatian khusus. Data SiPongi yang dikutip pada 2 Oktober menunjukkan 3.059 hotspot tersebar di 15 kabupaten/kota. Sebagian besar titik panas tersebut berada di wilayah lahan gambut.
Baca Juga: Jadwal Sepak Bola Hari Ini: Inggris vs Ceko, Pesta Gol Membayangi
Sementara di Riau, perkembangan titik panas juga mulai terpantau.
BMKG mencatat enam hotspot pada 2 Oktober, seluruhnya berada di Kabupaten Kampar, dengan dua titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi.
Kementerian Kehutanan, Jumat menyatakan terus memperkuat pengendalian karhutla melalui pemantauan lapangan, patroli, pemadaman darat dan operasi udara. Berdasarkan pemantauan SiPongi pada 1 Oktober pukul 21.10 WIB, terdapat 582 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi secara nasional, termasuk 78 titik di Sumatera Selatan dan dua titik di Riau.
Kondisi karhutla di Sumatra masih perlu diwaspadai karena kondisi atmosfer pada awal Oktober belum sepenuhnya mendukung pembasahan merata.
BMKG sebelumnya memprakirakan hujan mulai meningkat secara bertahap di sejumlah wilayah rawan karhutla Sumatra pada September–Oktober, yang diharapkan membantu menekan titik panas dan sebaran asap.
Masyarakat di wilayah rawan karhutla diimbau tidak melakukan pembakaran lahan. Pemerintah juga terus melakukan pemantauan titik panas dan verifikasi lapangan karena hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan dan tidak otomatis berarti telah terjadi kebakaran. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini, Selasa 6 Oktober 2026
















Mina Indonesia
Mina Arabic