KARYAWAN KAWASAKI BANTU RS UNTUK WARGA GAZA

MINA-KAWASAKI
Motor-motor Kawasaki yang sudah selesai dirakit oleh para karyawan (Gambar: Rudi/mirajnews.com)

Jakarta, 12 Syawwal 1435/8 Agustus 2014 (MINA) – Usai lebaran, karyawan PT Kawasaki Motor Indonesia menyumbangkan uangnya untuk membantu rakyat Palestina, khususnya Jalur Gaza, di Jakarta, Jumat.

Penggalangan dana dikoordinir DKM Masjid Baitussalam yang ada dalam lingkungan perusahaan tersebut, di kawasan industri Pulogadung, Jakarta, usai shalat Jumat.

Ketua DKM masjid sekaligus Bagian Personalia di perusahaan itu, Badroni, mengatakan kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) bahwa ia dan karyawan perakitan motor Kawasaki itu ingin ikut berkontribusi dalam membantu sesama saudara seiman mereka di Jalur Gaza.

“Meski tidak sebanyak yang seharusnya, tapi mudah-mudahan apa yang kami berikan ada manfaatnya bagi saudara-saudara kita di Palestina,” kata Badroni.

“Melihat kebrutalan Israel di Palestina sangat miris dan sangat biadab. Seharusnya kita bersatu sebagai umat Islam untuk melawan Israel,” tambah Badroni.

Dana yang terkumpul, disalurkan melalui Lembaga Medis Kemanusiaan dan Kegawatdaruratan MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), yang sedang membangun Rumah Sakit (RS) Indonesia di Jalur Gaza, dengan 19 orang relawannya di sana.

Dalam presentasinya, relawan MER-C, Ir. Ahyahudin Sodri mengabarkan kepada jamaah shalat bahwa saat ini sudah berdiri sebuah rumah sakit di Jalur Gaza yang dananya murni dari rakyat Indonesia, tapi belum bisa beroperasi karena belum memiliki peralatan kesehatan (alkes).

Untuk pengadaan peralatan kesehatan, dibutuhkan total biaya alat kesehetan sekitar Rp 65 milyar. Pemasukan untuk amanah alkes per tanggal 4 Agustus, telah mencapai sekitar Rp 58 milyar.

Ahyahudin selaku Ketua Tim Pengadaan Alkes mengatakan, timnya tinggal menunggu kesediaan pemerintah Mesir agar mempermudah relawan dan peralatan medis bisa masuk ke Jalur Gaza melalui Rafah, perbatasan antara Mesir dan Gaza, Palestina.

“Untuk bisa beroperasinya rumah sakit, dibutuhkan tenaga opersional dan peralatan kesehatan. Ada lebih dari seribu korban yang menantikan layanan rumah sakit,” kata Ahyahudin.

Dalam waktu dekat MER-C menjadwalkan memberangkatkan tim bedah yang terdiri dari dokter spesialis orthopedi dan traumatologi, dokter spesialis bedah, dokter spesialis anestesi, perawat bedah dan perawat ICU untuk bekerja di unit yang telah dibuka.

MER-C bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Gaza untuk memobilisasi SDM kesehatan dari RS lain di Jalur Gaza untuk ditempatkan di RS Indonesia. 

RS Indonesia  semula dijadwalkan segera beroperasi pada Desember 2014. Namun mengingat semakin bertambahnya korban jiwa dan cedera penduduk sipil, akibat serangan agresi militer Zionis Israel, maka akan dipercepat.

Pembukaan awal terutama untuk mengoptimalkan fungsi Unit Gawat Darurat, Poliklinik, ICU, dan beberapa ruang bedah. Diharapkan RS Indonesia bisa bekerja pada kapasitas 50% dari total kemampuannya. Walaupun bangunan RS Indonesia mengalami kerusakan pada jendela dan plafon akibat guncangan rudal, serta kamar jenazah yang bolong akibat serangan. Namun secara umum unit-unit yang tersebut di atas dapat difungsikan di RS Indonesia sesegera mungkin. 

RS Indonesia di Jalur Gaza menjadi bukti bagi rakyat Palestina dan dunia, bahwa uluran tangan tanda persaudaraan dari rakyat Indonesia telah sampai dan diterima oleh rakyat Palestina, dan semoga tali persaudaraan ini akan terjalin untuk selamanya. (L/P09/R1).

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0