Kashmir, “Surga”-nya Jajanan Unik

Srinagar, MINA – Mohammad Ramzan Itoo, warga Kashmir yang dikelola India mendorong gerobak sepedanya setiap hari, menjual masaal tchott, kacang buncis rebus yang disajikan dengan roti.

Dia telah melakukan pekerjaan itu selama 28 tahun terakhir. Pada Hari Pangan Sedunia pada 16 Oktober, Anadolu Agency mengintip makanan jalanan khas di Kashmir, “surga”-nya makanan unik.

Itoo mengatakan persiapan membuat masaal dimulai pada malam hari atau dini hari.

Kemudian berbagai jenis chutney, atau saus, disiapkan. “Ini (masala) seringkali disajikan dengan chutney lobak dicampur dengan dadih segar, cabai hijau, ketumbar, merica dan garam, dan terakhir roti lunak, yang disebut ‘Lavasa,’ digunakan untuk pembungkusnya,” katanya.

Jajanan itu disajikan hampir di mana-mana di wilayah ini. Tapi Itoo mengatakan ibu kota Srinagar merupakan tempat utama untuk makanan jalanan ini.

“Untuk makanan ini, Anda memiliki pelanggan di mana-mana. Ia tidak mengandung bahan kimia atau pengawet. Ia hanya berasal dari dapur rumah kami,” katanya.

Tempat Suci dan Makanan

Wilayah Kashmir juga dikenal sebagai Pir Vaer, atau Tanah Suci, dan memiliki sejumlah tempat pemujaan dan masjid yang tersebar di seluruh wilayah yang memiliki lambang tersendiri, rasa hormat dan toleransi di antara penduduk.

Di tempat-tempat ibadah ini juga menawarkan berbagai makanan yang memiliki posisi unik dalam budaya dan tradisi Kashmir.

Zeabah Akhtar, seorang wanita berusia pertengahan 50-an duduk di gerbang utama memasuki Dargah Shareef, sebuah tempat di Srinagar yang menampung peninggalan suci Nabi Muhammad.

Tempat ini berada di tepi kiri Danau Dal dan dianggap sebagai salah satu tempat paling suci di wilayah tersebut.

Akhtar mengatakan itu adalah tempat favoritnya. “Saya merasakan kedamaian di sini. Selain itu saya mencari nafkah,” katanya kepada Anadolu Agency.

Mengenakan jubah tradisional panjang, yang disebut pheran, dengan syal putih di kepalanya, dia tersenyum dan menyapa setiap pelanggan yang meminta mongh masala, hidangan gram hitam kukus yang bahan dasarnya seperti cabai merah dan garam.

Biasanya dibawa dalam keranjang kayu besar dan disajikan panas kepada pelanggan dan pengunjung.

“Dengan kasih karunia Tuhan, saya berpenghasilan baik. Saya seratus kali bersyukur kepada Tuhan saya bahwa saya menghasilkan dengan tangan saya sendiri dan saya tidak membebani siapa pun,” kata Akhtar.

Makanan unik lainnya

Di sekitar kuil Hazratbal, beberapa pedagang terlihat menjual berbagai makanan ringan seperti gorengan.

Abdul Aziz Dar sibuk mengasinkan ikan-ikan kecil, batang teratai dalam tepung ditambah sedikit garam.

Monji gaade, atau camilan ikan dan nadir monji, camilan batang teratai adalah camilan terkenal yang sangat unik di Kashmir. Ada jenis lain seperti camilan kentang, camilan kacang kering yang disebut til kar yang disiapkan dan dinikmati dengan chutney yang berbeda.

Dar tidak hanya menggoreng makanan ringan, tapi dia juga membuat halwa sooji (semolina) dan paratha roti besar yang digoreng dengan minyak panas.

Dia mengatakan selama Urs, atau hari-hari yang dihormati, ada banyak pelanggan dan orang-orang suka membawa pulang makanan lezat.

Permen yang enak

Saat seseorang mulai mengunyah khand gazri, permen berbentuk silinder yang terbuat dari adonan tepung dan ghee yang dicelupkan ke dalam sirup gula, semuanya mengguggah  selera.

Begitu juga dengan puff berwarna yang terbuat dari beras, gula, dan pewarna makanan. Segera setelah Anda memasukkannya ke dalam mulut, itu larut dan meninggalkan rasa manis yang ringan.

Makanan manis lainnya termasuk Besrakh, bola permen bulat manis yang ditaburi buah-buahan kering, dan lal shangram, makanan lezat yang dibuat dengan mencampur tepung, sooji (semolina) dan gula yang digoreng dalam ghee.​​​​​​ (T/R7/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)