Kazakhstan Bantah Laporan Media China

(Foto: Istimewa)

Nur-Sultan, MINA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Kazakhstan membantah laporan sejumlah media China yang melaporkan bahwa wabah pneumonia yang terjadi misterius di Kazakhstan lebih mematikan dari virus corona (COVID-19).

Kemenkes Kazakhstan secara resmi menyatakan bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta.

Menteri Kesehatan Alexei Tsoi pada briefing, Kamis (9/7), berbicara tentang pneumonia di negara itu secara keseluruhan.

“Di antaranya bakteri, jamur, virus, termasuk ‘pneumonia virus, etiologi yang tidak ditentukan’ menurut klasifikasi ICD-10,” kata Tsoi, merujuk pada Klasifikasi Penyakit Internasional.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkenalkan kode pada pneumonia ke dalam Klasifikasi Penyakit Internasional – ICD 10, ketika Covid-19 didiagnosis secara klinis atau epidemiologis, misalnya, gejala terlihat seperti “pecahan kaca buram” pada paru-paru yang terkena, tetapi tidak dikonfirmasi oleh laboratorium.

Dalam hal ini, Kazakhstan seperti negara lain menyimpan catatan dan memantau jenis pneumonia ini, yang memungkinkan pengambilan keputusan manajemen tepat waktu yang bertujuan untuk menstabilkan kejadian dan prevalensi infeksi virus corona.

“Kemenkes Kazakhstan menekankan laporan media China tidak benar. Informasi tentang pneumonia yang tidak diketahui di Kazakhstan tidak sesuai dengan fakta yang terjadi,” kata kementerian tersebut.

Sementara media China menyiarkan laporan Kedutaan Besar (Kedubes) China di Kazakhstan yang telah memperingatkan munculnya “pneumonia yang tidak diketahui” atau misterius yang mematikan.

Hal itu muncul setelah negara bekas republik Soviet ini melaporkan lonjakan kasus pneumonia sejak Juni.

“Tingkat kematian dari penyakit ini jauh lebih tinggi daripada virus corona baru. Departemen kesehatan negara itu sedang melakukan penelitian komparatif terhadap virus pneumonia. Tetapi belum mengidentifikasi virusnya,” ujar Kedubes China memperingatkan warganya yang berada di sana.

Dikutip dari SCMP, Kedubes China menggambarkan penyakit itu sebagai “pneumonia yang tidak diketahui”. Sedangkan pejabat dan media Kazakhstan hanya mengatakan itu adalah pneumonia biasa.

Kazakhstan mengumumkan hingga Jumat (10/7), jumlah kasus Covid-19 di Kazakhstan telah mencapai 54.747 kasus.

Adapun, akhir bulan lalu pejabat memperingatkan tentang peningkatan kasus pneumonia.

Pemerintah mengatakan bahwa mengingat keadaan dan jumlah warga yang terpapar saat ini, kebijakan karantina di Kazakhstan akan berlangsung antara 5 – 19 Juli.

“Pembatasan termasuk larangan mengadakan pertemuan massal, serta acara keluarga dan peringatan. Salon kecantikan, penata rambut, gimnasium, pusat kebugaran, kolam renang, pasar dalam ruangan, pantai, taman air, fasilitas budaya, pusat hiburan, fasilitas keagamaan, bioskop, taman kanak-kanak, kamp kesehatan anak-anak dan lembaga-lembaga lain juga menghentikan kegiatan mereka,” pungkasnya.(L/R1/P1))

 

Mi’raj News Agency (MINA)