Kazakhstan Kirimkan Vaksin COVID-19 Buatan Sendiri QazVac

(Foto: Istimewa)

Nur Sultan, MINA – Kazakhstan telah berhasil mengirimkan batch pertama vaksin COVID-19 yang diproduksi secara lokal, QazVac, sejak 22 April 2021.

Menteri Kesehatan Kazakhstan Alexey Tsoi termasuk orang pertama yang diinokulasi dengan vaksin Senin (26/4) ini.

Dalam rilis yang diterima MINA, QazVac dikembangkan oleh Institut Riset Kazakhstan untuk Masalah Keamanan Biologis dan, menurut otoritas Kazakhstan, dimasukkan dalam daftar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Vaksin tersebut menggunakan bentuk virus SARS-CoV-2 yang tidak aktif itu sendiri dan, menurut pengembang, tidak menyebabkan gangguan terkait vaksin.

QazVac terdiri dari dua dosis, untuk diberikan dalam waktu tiga pekan. Selain itu, diangkut dalam lemari es pada suhu + 2-8 derajat.

Pada Senin kemarin, QazVac dikirim untuk vaksinasi COVID-19 di Kazakhstan.

Presiden Kazakhstan Kassym Jomart Tokayev, mengumumkan di Twitter bahwa produksi vaksin akan ditingkatkan di dalam negeri agar QazVac tersedia untuk semua orang di negara tersebut.

Dia juga berterima kasih kepada para pengembang vaksin, yang menjadikan Kazakhstan salah satu dari sedikit negara di dunia yang mampu memproduksi vaksin COVID-19 sendiri.

Menteri Kesehatan Kazakhstan Alexey Tsoi termasuk orang pertama yang diinokulasi dengan vaksin kemarin.

Sebelum meluncurkan lab buatan sendiri, penggerak vaksinasi Kazakhstan telah didukung oleh Sputnik V Rusia, yang telah diproduksi secara lokal selama beberapa bulan terakhir.

Pada akhir pekan lalu, lebih dari 800.000 orang telah menerima dosis pertama mereka.

Kazakhstan memiliki populasi 18 juta orang, produksi lokal dari vaksin rumahan akan membantu meningkatkan tingkat vaksinasi di Kazakhstan dan, di masa depan, di luar negeri.(R/R1/P2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)