KBIH: JAMAAH HAJI HARUS BISA JADI AGEN PERUBAHAN

Makkah, 17 Dzulhijjah 1436/1 Oktober 2015 (MINA) – Proses haji sudah selesai, jamaah haji dari berbagai negara secara bertahap sudah mulai kembali ke tanah airnya. Sebanyak 6.854 jamaah yang tergabung dalam 17 kloter sudah dipulangkan ke Tanah Air, sejak Senin (28/09) lalu.

Kabid Bimbingan Ibadah dan Pengawasan KBIH, Ali Rokhmad berharap para jamaah haji Indonesia memperoleh kemabruran hingga bisa menjadi garda terdepan bagi perubahan dan perbaikan bangsa serta dan bisa menjadi agen perubahan.

Menurutnya, para fuqaha’ sepakat ibadah haji dikelompokkan dalam bagian ibadah khusus, karena memerlukan kesiapan maliyah, badaniah, dan ruhaniyah. Tidak hanya mampu membayar biaya perjalanan haji tetapi juga diperlukan fisik yang sehat.

Itulah, sebabnya pahala ibadah haji tidak saja dengan diampuni dosanya seperti puasa, akan tetapi surga bagi yang mabrur. “Memperoleh haji mabrur merupakan rahasia Allah SWT, tetapi dalam kehidupan sehari-hari dapat diketahui dengan indikator,” terang Ali Rokhmad, Rabu (30/9).

Apakah indikator kemabruran itu? Ali Rokhmad menjelaskan perubahan ke arah perbaikan menjadi salah satu indikator kemabruran.

Menurutnya, orang yang memperoleh haji mabrur akan terhindar atau menghindari (menjaga) diri dari melakukan perbuatan dosa dan maksiat. Selain itu, mereka melakukan kebaikan dan beribadah hanya ingin memperoleh ridha Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Cirinya, setelah kembali ke Tanah Air ada perubahan senang memberi makan dan bertutur kata yang baik. Memberi makan di sini harus dipahami secara luas, yaitu kesadaran pelakunya peduli/berbagi rasa dengan sesama serta kesanggupan untuk berderma sebagian harta untuk fakir miskin, kaum dhuafa, dan persoalan sosial di lingkungannya,” jelas Ali Rokhmad.

Dalam beberapa hari ke depan, jamaah haji Indonesia akan terus dipulangkan ke Tanah Air. Petugas haji terus berupaya memberikan layanan terbaik kepada tamu-tamu Allah (dhuyufurrahman) sampai mereka tiba di Indonesia.(T/P011/R05)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0