KBRI Selamatkan TKW dari Kepungan ISIS dan Oposisi Suriah

Casih binti Waan, TKW asal Subang, Jawa Barat, berhasil dikeluarkan dari kota Deir Ez-Zor, Suriah, yang dikepung oleh oposisi moderat dan Islamic State (ISIS). (Foto: KBRI Sudan)
Casih binti Waan, TKW asal Subang, Jawa Barat, berhasil dikeluarkan dari kota Deir Ez-Zor, Suriah, yang dikepung oleh oposisi moderat dan Islamic State (ISIS). (Foto: KBRI Damaskus)

Damaskus, 16 Rabi’ul Akhir 1437/26 Januari 2016 (MINA) – Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Damaskus baru-baru ini berhasil mengeluarkan dan menyelamatkan seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) dari wilayah konflik Deir Ez-Zor, yang terkepung.

TKW itu bernama Casih binti Waan asal Subang, Jawa Barat. Pada akhir Desember 2015 lalu, KBRI di Damaskus menerima permohonan dari majikannya untuk memulangkan dia.

Casih bekerja di Suriah sejak 2011 dan telah menyelesaikan kontrak kerjanya di wilayah konflik Deir Ezzor. Namun, perjalanan darat keluar dari Deir Ezzor diputus dan dikepung oleh kelompok Islamic State (ISIS/Daesh) dan oposisi Suriah lainnya.

Hingga saat ini, ibukota Provinsi Deir Ezzor merupakan salah satu wilayah yang masih dikuasai pasukan rezim Suriah di wilayah timur yang berbatasan dengan Irak.  Demikian Mi’raj islamic News Agency (MINA) mengutip dari Pensosbud KBRI Damaskus, Selasa (26/1).

Sejak perang saudara meletus di Suriah, Deir Ezzor merupakan salah satu wilayah paling parah sekaligus medan perang paling berat antara Angkatan Bersenjata Suriah dengan oposisi Free Syrian Army (FSA), ISIS, serta Jabhat Al-Nusra.

Sejak 2014, ISIS berhasil menguasai hampir 80% wilayah Provinsi Deir Ezzor, sedangkan 20% sisanya dikuasai rezim Suriah, yakni di wilayah sekitar pangkalan militer dan kota Deir Ezzor.

Sebelumnya, setelah mempelajari berbagai alternatif evakuasi, pada 6 Desember 2015, KBRI mengirim nota diplomatik kepada Pemerintah Suriah agar dapat mengeluarkan Casih dari Deir Ezzor menggunakan fasilitas militer Suriah.

Selanjutnya, KBRI melakukan pendekatan kepada Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Dalam Negeri Suriah agar memerintahkan Kepala Kepolisian Suriah Wilayah Timur bekerja sama dengan Komando Militer Deir Ezzor untuk mengevakuasi Casih dengan menggunakan helikopter ke wilayah aman di kota Hasakah.

Setelah diinapkan selama kurang lebih satu pekan di sebuah hotel di Hasakah, Casih diterbangkan ke Damaskus menggunakan penerbangan swasta Suriah.

Dia berada di shelter KBRI di Damaskus sejak 14 Januari 2016.

Setelah urusan administratif keimigrasiannya selesai, maka yang bersangkutan akan segera direpatriasi ke Indonesia.

“Pemerintah Suriah sangat menghargai posisi Pemerintah Indonesia yang tidak berpihak dalam konflik yang terjadi di Suriah dan tetap membuka Kedutaan Besar di Damaskus dengan dipimpin oleh seorang Duta Besar,” kata Pejabat Fungsi Konsuler I KBRI Damaskus, Makhya Suminar. (T/K06/P001)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)