KBRI Tripoli Fasilitasi Potensi Kerja Sama Kantor Berita MINA dengan Media Libya

Tripoli, MINA – Kedutaan Besar RI (KBRI) di Tripoli, Libya, memfasilitasi penggalian potensi kerja sama di bidang media antara Kantor Berita MINA yang berbasis di Jakarta dengan SAMA News Agency, Qasr Dogha News Agency, dan Libya Observer yang berbasis di Tripoli.

Upaya tersebut dilaksanakan dengan mengadakan pertemuan bersama KUAI KBRI Tripoli Moehammad Amar Maruf dengan perwakilan Qasr Dogha News Agency dan SAMA Newsv Agency yang dipimpin Direktur Utama Dr. Lubna Youni Ibrahim bersama wartawan dan fotografernya, yakni Ahmed Nasser Ashams, Osama Nasser Ashams, dan Abdul Salam Salah al-Din; serta perwakilan Libya Observer yakni Abdullah dan Thaha, secara luring di Kantor KBRI Tripoli, Kamis (17/3).

Sementara fihak Kantor Berita MINA dipimpin Pemimpin Umum Arief Rahman bersama Rifa Berliana Arifin (Kepala Redaksi Bahasa Arab) dan Rana Setiawan (Kepala Peliputan) hadir secara daring.

Juga dihadiri  secara daring oleh Direktur Timur Tengah, Direktorat Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI Bagus Hendraning Kobarsyih, dan Direktorat KSPI Kemlu RI M. Rifqi Fikriansyah.

Baca Juga:  Khutbah Jumat: Kewajiban Menjaga Tempat-tempat Mulia

KUAI KBRI Tripoli Moehammad Amar Maruf menngemukakan perlunya kerja sama di bidang media kedua negara untuk meningkatkan hubungan bilateral di berbagai bidang lain khususnya bidang ekonomi, pendidikan, dan budaya.

Menurutnya, media memiliki peran yang sangat penting untuk menyampaikan informasi tentang perkembangan situasi di kedua negara dan semakin meningkatkan hubungan bilateral keduanya.

“Atas dasar itu, kami berupaya menjembatani kerjasama di bidang pemberitaan dan pertukaran informasi ini sebagai dua negara yang bersahabat,” kata Maruf.

Cakupan kerja sama di bidang media tersebut, bisa meliputi pertukaran berita di antara lembaga media, pertukaran jurnalis, pelatihan tentang media dan juga keterlibatan antar lembaga media atau kantor berita dalam program bersama dalam ruang lingkup ekonomi, pendidikan, dan budaya.

Pada pertemuan tersebut, Pemimpin Umum Kantor MINA Arief Rahman menyambut baik adanya kesepakatan menggali potensi kerja sama guna lebih memperkuat hubungan kedua negara.

Baca Juga:  39.000 Siswa di Gaza Tak Bisa Ikut Ujian Akhir Sekolah

“Penggalian potensi kerja sama ini tentunya dapat menjadi momen untuk saling mengenal budaya kedua negara. Kami mengharapkan kerjasama yang difasilitasi KBRI Tripoli ini dapat terjalin dalam rangka pertukaran informasi dan program bersama bidang jurnalistik,” ujarnya.

Kantor Berita MINA merupakan kantor berita umum pertama di Indonesia yang berformat dalam tiga bahasa yaitu Indonesia, Arab, dan Inggris.

Kantor berita MINA secara resmi berdiri pada 18 Desember 2012 juga merupakan kantor berita Islam pertama di Indonesia sebagai sumber informasi seputar Indonesia, Palestina dan Dunia Islam.

Sebagai bentuk keaktifan MINA sebagai media Islam, maka pada tahun 2016 menjadi tuan rumah untuk menyelenggarakan Konferensi Media Islam Internasional (International Conference of Islamic Media – ICIM), di Jakarta pada 25 – 26 Mei 2016 yang dihadiri Pemred kantor berita dan organisasi media dari 50 negara.

Baca Juga:  KNEKS Sampaikan Presentasi Khusus Pengembangan Ekonomi Syariah Indonesia di Brunei

Direktur Utama SAMA News Agency, Dr. Lubna Youni Ibrahim berminat untuk menjalin kerja sama di bidang media dengan lembaga media dan kantor berita di Indonesia, serta ketertarikan pada pelaksanaan program bersama seperti mengadakan worshop jurnalistik bertema soal ekonomi, pendidikan, dan budaya.

“Media kami berkembang sejak 2017, media kami saat ini sedang memperkenalkan budaya Libya dan Afrika Utara kepada pembaca Asia. Oleh karena itu, pertemuan penggalian kerja sama ini menjadi sangat penting,” kata Lubna.

Pertemuan ditutup dengan melihat Pameran Sejarah, Budaya dan EKonomi Kreatif di Ruang Pamer KBRI Libya di Tripoli. Mereka juga melihat ruang pameran arsip Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955 di Bandung, bukti bahwa Indonesia selaku negara muslim terbesar sudah menjalin hubungan dengan Libya sejak puluhan tahun lalu.

Dipamerkan koleksi berupa foto langka dan dokumen historis yang mengungkap peran delegasi Libya di peristiwa KAA 67 tahun silam.(L/R1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Wartawan: Rana Setiawan

Editor: Ismet Rauf