KEAMANAN TUNISIA GAGALKAN RENCANA SERANGAN “SPEKTAKULER”

Operasi keamanan sedang berlangsung di Tunisia mencoba untuk memerangi kelompok bersenjata. (Foto: EPA)
Operasi keamanan sedang berlangsung di Tunisia mencoba untuk memerangi kelompok bersenjata. (Foto: EPA)

Tunis, 18 Rabi’ul Akhir 1436/8 Februari 2015 (MINA) – Keamanan Tunisia menyatakan telah menangkap 32 orang yang dituding merencanakan penyerangan “spektakuler”, beberapa di antaranya adalah pejuang yang kembali dari pertempuran di Suriah.

Berita penangkapan Sabtu kemarin itu muncul satu hari setelah kabinet koalisi sekuler-Islam yang dipimpin oleh Perdana Menteri Habib Essid mulai menjabat, Al-Jazeera melaporkan yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Kabinet baru menghadapi banyak tantangan, termasuk dari kelompok-kelompok bersenjata yang muncul setelah revolusi 2011.

“Pasukan kontra-terorisme menggagalkan persekongkolan untuk melakukan serangan spektakuler terhadap instalasi penting, termasuk Kementerian Dalam Negeri, pos keamanan dan bangunan sipil di ibukota Tunis,” kata Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Mohammed Ali Aroui, kepada kantor berita internasional.

Aroui mengatakan tentara membunuh pejuang warga Tunisia dan Al-Jazair di Gunung Chaambi, dekat perbatasan Al-Jazair.

Laporan itu dikonfirmasi oleh kantor berita nasional TAP, menurut Aroui operasi masih berlangsung.

Sejak revolusi Tunisia 2011 yang menggulingkan rezim Zine El-Abidine Ben Ali, negara ini telah menjadi sumber utama pejuang yang bepergian ke Suriah.

Dengan ekonomi yang sangat bergantung pada pariwisata, Tunisia telah meningkatkan upaya untuk membasmi kelompok-kelompok bersenjata di negara itu.

Jumlah warga Tunisia yang berjuang di Suriah diperkirakan sekitar 3.000 orang. Beberapa ratus pejuang telah kembali ke Tunisia dan banyak yang telah dilacak dan ditangkap.

Namun, Aroui tidak memberikan rincian tentang identitas kelompok yang merencanakan serangan di negara itu. (T/P001/R05)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0