Kedubes Palestina, AWG Peringati Nakba dan Aksi Solidaritas

Para aktivis saat berfoto bersama dengan Kuasa Usaha ad interim  Kedubes Palestina di Jakarta Taher Hamad dan Diplomat Senior Muammar dalam peringatan Nakbah dan aksi solidaritas tahanan mogok makan Palestina di penjara Israel. Foto: Hadis/MINA

 

Jakarta, 18 Sya’ban 1438/15 Mei 2017 (MINA) –  Tanggal 15 Mei diperingati sebagai hari di mana setengah dari populasi Palestina diusir dari tanahnya oleh Israel tahun 1948. Berbagai jenis kegiatan di berbagai negara digelar untuk memperingati sejarah terkelam bangsa Palestina tersebut.

Di Indonesia, lembaga kemanusiaan Aqsa Working Group (AWG) bekerja sama dengan Kedutaan Besar Palestina di Jakarta menggelar peringatan yang disebut Nakba itu.  Kegiatan mencakup diskusi, pemutaran film dan aksi meminum air garam sebagai bentuk solidaritas untuk tahanan mogok makan Palestina di penjara Israel yang sampai hari ini masih berlanjut.

Baca Juga:  BNPB Terjunkan Tim Drone Petakan Titik Potensi Bencana Susulan Sumbar

Kuasa Usaha ad interim Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia Taher Hamad dalam pidatonya mengatakan sebelum Israel merenggut tanah Palestina, tanah Yerusalem (Al-Quds) disebut tanah damai, karena warga Kristen, Yahudi, dan Muslim yang hidup di tanah Palestina mampu hidup dalam damai secara berdampingan.

“Inggris Raya  mengusir sekitar 800 ribu warga Palestina keluar dari tanahnya sendiri, dan menggantikannya dengan Yahudi dari berbagai negara Eropa. Kemudian mendirikan Israel.  Sejak pengusiram saat itu, maka diperingatilah hari Nakba,” katanya.

AWG yang merupakan anak organisasi dari wadah persatuan umat Islam Jamaah Muslimin (Hizbullah) secara rutin melakukan berbagai program untuk membantu warga Palestina, salah satunya mengirim relawan ke Gaza untuk menyalurkan bantuan berupa bahan sembako, kurban tahunan, dan lainnya.

Baca Juga:  Imaam Yakhsyallah: Penting Pelajari Sejarah Palestina dan Al-Aqsa

Sementara pemimpin Jamaah Muslimin (Hizbullah), Imaam Yakhsyallah Mansur, mengatakan peringatan ini sebagai bentuk kewajiban Muslim untuk peduli terhadap sesamanya sebagaimana yang diperintahkan Rasulullah shalallahu alaihi wasalam dalam beberapa hadits.

Di samping itu, Ketua AWG Agus Sudarmadji juga menekankan pentingnya melakukan aksi solidaritas untuk warga Palestina di situasi seperti saat sekarang ini.

“Ini bukti bahwa umat tidak diam dan tidak tidur. Kami memantau perkembangan Palestina setiap saat, setiap hari,” katanya.

Selain itu, perwakilan lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Dr Hadiqi Habib mengatakan, lembaganya sejak awal berkomitmen untuk mendampingi Palestina berjuang mengambil kemerdekaannya kembali. Salah satunya dengan Rumah Sakit Indonesia yang berhasil di bangun di tanah Gaza beberapa tahun silam.

Baca Juga:  Zionis Serang Kamp Pengungsi Rafah, Puluhan Orang Syahid

Nakba yang berarti hari kehancuran diperingati warga Palestina setiap tahun bersamaan dengan warga pemukim Israel memperingati hari kemerdekaan yang mereka klaim dengan paksa.  Biasanya warga Palestina yang melakukan eksodus memperingati hari ini dengan simbol kunci, artinya bahwa kemanapun mereka pergi mereka bisa kembali karena membawa kunci rumah mereka yang ada di Palestina.(L/RE1/P1)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Wartawan: Rudi Hendrik

Editor: