Baghdad, MINA – Dua roket jatuh di dekat Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Baghdad, Irak. Serangan roket ini merupakan yang kedua kali sejak serangan drone AS menewaskan seorang jenderal Iran di Irak pada Jumat (8/12).
Ledakan terdengar di dekat kedutaan di pusat ibu kota Irak, sekitar pukul 4 pagi. Akibat serangan tersebut sirene peringatan roket juga sempat berbunyi.
Juru bicara Kedubes AS di Baghdad menyatakan, tidak ada korban jiwa akibat serangan ini. Hingga kini belum ada kelompok yang juga mengaku bertanggung jawab, dilansir Al-Jazeera.
“Kami sekali lagi menyerukan kepada pemerintah Irak, seperti yang telah kami lakukan dalam banyak kesempatan, untuk melakukan segala daya untuk melindungi personel dan fasilitas diplomatik dan mitra koalisi,” kata jubir tersebut.
Baca Juga: Karyawan Microsoft Sebut Perusahannya Dukung Israel Lakukan Genosida di Gaza
Selain staf diplomatik di Irak, AS memiliki sekitar 2.500 tentara di negara tersebut dengan misi untuk membantu pasukan lokal mencegah kebangkitan kelompok ISIS.
“Kami menegaskan kembali bahwa kami mempunyai hak untuk membela diri dan melindungi personel kami di mana pun di dunia,” ujar jubir itu.
Menanggapi serangan ini, Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani mengarahkan badan-badan keamanan setempat untuk mengejar pelaku. Dia menggambarkan para pelaku sebagai “kelompok yang tidak mematuhi hukum dan tidak mewakili keinginan rakyat Irak”.
Sementara itu Misi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Irak mengutuk serangan tersebut.
Baca Juga: Peringati Hari Tanah Palestina, Parlemen Brasil Dedikasikan Sesi Resmi untuk Palestina
“Irak tidak boleh terlibat dalam konflik yang lebih luas, yang akan mengancam stabilitas yang telah dicapai dengan susah payah dan pencapaian yang telah dicapai sejauh ini,” demikian pernyataan Misi PBB di Irak. (T/R4/P2)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: PBB Serukan Diakhirinya Deportasi Paksa Pengungsi Afghanistan oleh Pakistan