Keistimewaan Bulan Ramadhan

Oleh Bahron Ansori, Jurnalis MINA

Selama bulan Ramadhan, umat Islam mendapatkan peluang besar untuk meraih kemuliaannya. Kesempatan emas itu tidak mungkin ada dan didapatkan di luar bulan Ramadhan. Bahkan untuk bulan Ramadhan itu, Allah Ta’ala sendiri sudah menjamin siapa pun yang bisa melaksanakan Ramadhan dengan iman dan penuh harap kepada Allah, maka ia selepas Ramadhan akan keluar sebagai orang yang taqwa.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Qs. 2 ayat 183).

Sudah tentu, taqwa adalah sebuah gelar dari Allah yang sejatinya tak satupun gelar di muka bumi ini yang mampu dan sanggup menandinginya (taqwa). Apakah di bulan-bulan lain seorang muslim tidak bisa menjadi orang yang bertaqwa? Tentu saja bisa, hanya saja di bulan Ramadhan ini Allah Ta’ala memberikan peluang yang teramat besar bagi setiap hamba Muslim-Nya untuk berlomba menggapai derajat taqwa.

Adapun beberapa keistimewaan bulan Ramadhan itu antara lain sebagai berikut.

Pertama, Al Qur’an diturunkan  pada bulan Ramadhan. Allah mengistimewakan bulan Ramadhan ini dengan banyak hal. Salah satunya adalah Al Qur’an yang diturunkan pada bulan ini. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (Qs. al Baqarah: 185).

Kedua, adanya Lailatul Qadar. Kemuliaan lainnya di bulan suci Ramadhan ini adalah adanya Lailatul Qadar. Seperti diketahui pada malam itu lebih baik dari seribu bulan di sisi Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (Qs. Al Qadr: 1-3).

Ketiga, bebas dari neraka. Keistimewaan lainnya pada bulan Ramadhan ini adalah setan dibelenggu, pintu-pintu surga dibuka, dan pintu-pintu neraka ditutup. Dari Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sungguh disetiap kali (waktu) berbuka, Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka, dan itu terjadi disetiap malam.” (HR. Ibnu Majah, Ahmad, Thabrani, dan Baihaqi. (Lihat Al-Jami’ Al-Kabir. I/7848).

Keempat, adanya pintu Ar-Rayyan. Selain keistimewaan di atas, Allah juga memberikan keistimewaan lain yaitu membuatkan pintu khusus (di surga) untuk ahli puasa yang tidak bisa dimasuki oleh golongan lain. Sahal bin Sa’ad menuturkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Orang-orang yang berpuasa memiliki satu pintu di surga yang bernama Ar-Rayyan. Tidak ada yang memasuki (surga) melalui pintu itu selain mereka. Apabila ahli puasa terakhir telah masuk, pintu itu pun ditutup. Barang siapa memasuki (surga) melalui pintu itu, ia akan minum dan barang siapa yang minum ia tidak akan dahaga selamanya.” (HR. Nasa’i: IV/478).

Kelima, doanya dikabulkan. Doa orang-orang yang berpuasa akan dikabulkan. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “(Ada) tiga doa mustajab, yaitu doa orang yang puasa, doa orang yang teraniaya, dan doa orang yang bepergian.” (HR. Baihaqi).

Karena itu, manfaatkan setiap waktu di bulan Ramadhan ini untuk senantiasa berdoa kepada Allah Ta’ala.

Keenam, perisai pelindung terhadap api neraka. Puasa merupakan perisai yang digunakan seorang hamba untuk melindungi dirinya dari neraka. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Puasa adalah perisai yang digunakan hamba untuk melindungi diri dari neraka.” (HR. Ahmad: III/341).

Demikian beberapa keistimewaan di bulan suci Ramadhan ini. Semoga kita senantiasa diberi kekuatan oleh Allah Ta’ala untuk mengisi dan memanfaatkan setiap detik di bulan Ramadhan agar menjadi orang-orang yang bertaqwa, wallahua’lam. (A/RS3/RS2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)