Kelompok Advokasi Palestina Soroti Kondisi Anak Pengungsi

Lebanon, MINA – Kelompok advokasi Pusat Pengembalian Palestina (RRT) telah menyoroti keprihatinannya tentang kondisi anak-anak pengungsi Palestina di Lebanon.

Berbicara pada pertemuan ke-49 Dewan Hak Asasi Manusia PBB, perwakilan dari kelompok advokasi itu menjelaskan, kesulitan ekonomi dan sosial yang dihadapi anak-anak pengungsi Palestina di Lebanon dan menyerukan bantuan mendesak bagi mereka.

“Anak-anak pengungsi Palestina di Lebanon masih menderita karena kondisi ekonomi yang sulit yang diperparah akibat pandemi Covid-19 dan penutupan sekolah selama lebih dari setahun,” kata RRT, demikian Kantor Berita Safa melaporkan Senin (14/3).

“Mereka hidup dan bekerja di bawah kondisi yang sangat sulit dan tunduk pada perlakuan buruk dan eksploitasi.”

RRT menunjukkan, bahwa Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) telah mendaftarkan lebih dari 60.000 anak-anak di antara pengungsi Palestina di Lebanon, yang merupakan 30 persen dari total.

Kebanyakan dari mereka tidak dapat bersekolah di sekolah Lebanon. Menurut statistik, tingkat kemiskinan di antara para pengungsi adalah 73 persen.

Hal ini mendorong anak-anak untuk mencari pekerjaan untuk membantu keluarga mereka. RRT menyerukan Dewan Hak Asasi Manusia untuk bekerja mendukung anak-anak pengungsi Palestina dan mengambil tindakan mendesak untuk memenuhi kebutuhan mereka. (T/R4/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)