Kelompok Hak Digital Palestina Sambut Penyelidikan Facebook terhadap Penyensoran Konten Palestina

New York, MINA – Sebuah kelompok hak digital Palestina menyambut baik keputusan Facebook pada Kamis (14/10), yang meluncurkan penyelidikan independen terhadap moderasi konten Arab dan Ibrani, di tengah tuduhan berkelanjutan bahwa raksasa media sosial itu telah menyensor konten yang terkait dengan Palestina.

Keputusan tersebut mengikuti rekomendasi dari Dewan Pengawas Facebook tentang masalah ini, serta protes dari beberapa kelompok hak asasi yang menuntut transparansi dan keadilan terkait dengan unggahan mengenai Palestina.

7amleh, Pusat Arab untuk Kemajuan Media Sosial, mendesak agar Facebook menunjuk “profesional independen dengan latar belakang hak asasi manusia pada umumnya dan hak asasi manusia pada khususnya” untuk melakukan penyelidikan, The New Arab melaporkan.

“Pusat tersebut menganggap keputusan dan rekomendasi Dewan Pengawas sebagai langkah positif dan serius ke arah yang benar, yang akan berkontribusi untuk memastikan bahwa Facebook memoderasi konten dengan cara yang aman, adil dan setara,” kata 7amleh dalam sebuah pernyataan email.

“Kami berharap Facebook mempertimbangkan secara serius rekomendasi ini dan segera mengimplementasikannya,” tambahnya.

Kelompok itu juga mendesak Facebook menentukan kriteria untuk “individu dan organisasi berbahaya”, yang kontennya dapat segera dihapus dari platform.

Awal tahun ini, ketika perhatian internasional terfokus pada pengusiran paksa warga Palestina dari Yerusalem dan pengeboman brutal Israel selama 11 hari di Gaza, banyak pengguna media sosial menuduh Facebook menyensor konten di platform dan Instagram milik Facebook.

Banyak warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat menggunakan platform tersebut untuk mendokumentasikan serangan Israel dan upaya pengusiran paksa pada saat itu.

Pada akhir Mei, setidaknya 30 karyawan Facebook mengajukan banding internal untuk meminta pemulihan konten di platform yang menurut mereka diblokir atau dihapus secara tidak benar. Sebulan kemudian, 200 pekerja Facebook menandatangani petisi yang mendesak platform tersebut untuk mengambil tindakan terhadap sensor. (T/RI-1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)