Kelompok-Kelompok HAM Kecam Serangan Maut di Penjara Yaman

Taez, MINA – Dua kelompok HAM internasional pada Senin (6/4) mengutuk serangan terhadap sebuah penjara di kota Taez yang dikepung di Yaman, menewaskan enam wanita dan seorang anak.

Pemerintah yang diakui secara internasional menuduh pemberontak Houthi melakukan serangan pada Ahad.

Pemberontak menargetkan bagian penjara perempuan dengan mortir, menurut kantor berita pemerintah Saba, demikian Nahar Net melaporkan.

Organisasi Dokter Lintas Batas (MSF) mengatakan, rumah sakitnya di Taez menerima korban.

“Rumah Sakit Al-Thawra yang didukung MSF di kota Taez menerima mayat enam wanita dan satu anak yang tewas dalam serangan terhadap penjara pusat di Taez,” kata MSF di Twitter.

Pemerintah mengatakan 28 tahanan wanita lainnya terluka.

“Warga Taez terus menderita dari kekerasan yang sedang berlangsung di tahun keenam dari konflik berkepanjangan di Yaman,” kata MSF.

“Serangan-serangan terhadap warga sipil ini, baik secara membabi buta atau ditargetkan, adalah pelanggaran hukum kemanusiaan internasional yang tidak dapat dibenarkan.”

Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan, serangan terhadap penjara dilarang berdasarkan hukum internasional.

“ICRC menyesalkan serangan kemarin di penjara pusat Taez yang menyebabkan perempuan dan anak-anak mati dan terluka,” kata ICRC di Twitter.

“Penjara dan narapidana, mereka dilindungi oleh hukum kemanusiaan internasional dan tidak dapat menjadi sasaran,” katanya.

Taez sebuah kota berpenduduk 600.000 orang di Yaman barat daya, berada di bawah kendali pemerintah tetapi telah dikepung oleh pemberontak selama enam tahun terakhir. (T/RI-1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)