Kemanusian dan Perdamaian Dunia, Isu Menonjol Diplomasi Indonesia 2017

Bantuan untuk pengungsi Rohingya dari Rakhine State, Myanmar di Bangladesh. (Dokumentasi KBRI Dhaka)

Jakarta, MINA – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno L.P Marsudi mengatakan, keberpihakan Indonesia  terhadap isu kemanusiaan dan upaya menciptakan perdamaian dunia, adalah dua isu menonjol diplomasi Indonesia sepanjang 2017.

Hal tersebut disampaikan Menlu Retno dalam acara Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI (PPTM) 2018 yang diselenggarakan di Jakarta,  Selasa (9/1).

Diplomasi Indonesia dalam isu kemanusiaan dan perdamaian dunia terus bergerak. Dimulai dari Palestina, Myanmar, hingga Afghanistan.

“Terkait dengan isu kemanusiaan, pada tahun 2017 kita juga menyaksikan dengan penuh keprihatinan krisis kemanusiaan di Rakhine State, Myanmar, yang menyebabkan ratusan ribu mengungsi ke wilayah Bangladesh,” jelasnya.

Indonesia termasuk negara pertama yang sudah berada di Myanmar dan Bangladesh paska “new cycle of violence” yang terjadi bulan Agustus 2017.

“Sementara itu dalam kontribusi Indonesia bagi perdamaian dunia di Afghanistan, kedua negara akan mengintensifkan kerja sama capacity building melalui pemberian beasiswa, pelatihan aparat polisi, pembangunan infrastruktur, pertukaran ulama, dan pemberdayaan perempuan,” kata Menlu Retno.

Ia juha mengatakan, konferensi internasional para Ulama Dunia menurut rencana akan dilakukan di Indonesia guna memperkokoh nilai-nilai Islam yang damai dan perdamaian.

Acara PPTM 2018 ini dihadiri juga oleh beberapa Duta Besar negara sahabat, Pimpinan Organisasi Internasional, serta Pimpinan Komisi I DPR.

Serangkaian acara PPTM 2018 telah berlangsung sejak Senin (8/1) dengan dibukanya pameran kinerja capaian Kementerian Luar Negeri RI selama tiga tahun terakhir ini.(L/R04/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)