Kematian Akibat COVID-19: Inggris dan Spanyol Rekor Harian, AS Kalahkan Cina

London, MINA – Jumlah kematian akibat virus corona baru (COVID-19) di Inggris naik 563 orang dalam 24 jam, menurut Kementerian Kesehatan, Rabu (1/4), rekor lompatan harian yang meninggal di negara itu, dan menjadi total sebanyak 2.352 orang.

“Ini hari yang menyedihkan dan menyedihkan,” kata Perdana Menteri Boris Johnson dalam pesan video yang diunggah di Twitter, demikian Al Jazeera melaporkan.

“Tetapi mari kita tidak ragu bahwa jika kita dapat mengikuti program yang saat ini kita tetapkan, jika kita dapat mematuhi langkah-langkah yang telah kita lakukan bersama, maka aku sama sekali tidak ragu bahwa kita akan mulai mulai mendorong angka-angka itu turun,” katanya

Pengumuman pada Rabu (1/4) itu datang ketika Spanyol mencatat jumlah kematian harian tertinggi sebanyak 864 orang, sementara infeksi melonjak menjadi 102.136, naik dari 94.417.

Di Amerika Serikat, jumlah korban tewas telah melebihi 4.000, melewati angka korban kematian di Cina, negara sumber wabah. Sementara jumlah kasus yang dikonfirmasi melampaui 200.000.

Secara global, lebih dari 44.000 orang telah meninggal, sekitar 900.000 telah terinfeksi virus, dan sekitar 190.000 telah pulih, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins. (T/RI-1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)