Kemenag Buka Kelas Intensif Literasi Zakat dan Wakaf

Jakarta, MINA –  Kementerian Agama melalui Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, membuka kelas intensif literasi zakat dan wakaf yang diperuntukkan bagi Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) dan Nazhir (Pihak Penerima Harta Wakaf).

“Kelas intensif bagi PPAIW dan Nazhir ini pembahasannya akan lebih tajam dan mendalam,” kata Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag Tarmizi di Jakarta, Jumat (9/10), demikian laman Kemenag melaporkan.

Menurut Tarmizi, kelas intensif literasi zakat dan wakaf bagi PPAIW dan Nazhir, merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pengelolaan zakat dan wakaf di Indonesia.

Saat ini, Indonesia memiliki jumlah nazhir terbesar di dunia. Kebanyakan adalah nazhir perseorangan yang jumlahnya ribuan.

“Kita juga memiliki 242 nazhir wakaf uang, yang tercatat di Badan Wakaf Indonesia (BWI), dan 22 Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKSPWU),” jelas Tarmizi.

Selain itu, lanjut Tarmizi, Indonesia juga memiliki PPAIW sebagai pejabat berwenang, yang ditetapkan oleh Menteri Agama untuk membuat akta ikrar wakaf.

“Kami berharap literasi wakaf yang dimiliki PPAIW harus bersifat komprehensif. Selain administratif, juga harus menguasai bagaimana tata kelola perwakafan nasional,” harapnya.

Kelas intensif akan dilakukan secara daring yang terbagi dalam 10 sesi. Kelas perdana akan dimulai pada 13 Oktober 2020, dan berakhir pada 11 November 2020.

Kegiatan dapat diikuti gratis. Dan ditargetkan diikuti oleh 500 peserta pada setiap sesinya.

Bagi calon peserta yang berminat untuk mengikuti kelas intensif literasi zakat dan wakaf dapat mengisi formulir pendaftaran pada tautan: http://bit.ly/KelasIntensifPPAIWdanNazhir.

Calon peserta terpilih akan dihubungi kembali oleh panitia melalui email untuk diberikan link pelatihannya. (R/Hju/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)