KEMENAG DAN BI JALIN KERJASAMA DALAM PERMBERDAYAAN PONDOK PESANTREN

Jakarta, 12 Jumadil Akhir 1436/1 April 2015 (MINA)- Kementerian Agama (Kemenag) dan Bank Indonesia (BI) sepakat bersama-sama untuk menjalin kerjasama melaksanakan program pemberdayaan pondok pesantren terutama dalam pengembangan ekonomi syariah.

“Kami dan beberapa kementerian terkait serta pondok pesantren, sepakat untuk bekerja sama memperdayakan pesantren, utamanya dalam pengembangan ekonomi syariah di lingkungan pondok pesantren dan sekitarnya,” kata Gubernur BI Agus Martowadoyo, seperti siaran pers resmi Kemenag yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Agus mengatakan, pihaknya dan beberapa kementerian lainnya menyepakati untuk membuat sebuah kurikulum tentang ekonomi syariah dan kewirausahaan yang diakui oleh Kemenag dan Kemendikbud.

“Kegiatan ini akan ditindaklanjuti dengan langkah kongkrit,” ujar Gubernur BI usai acara bincang nasional yang bertajuk Sinergi Nasional Pengembangan Ekonomi Syariah, Melalui Pemberdayaan Pesantren, di lingkungan gedung BI, Thamrin, Jakarta, Senin (30/3).

Keseriusan kerjasama tersebut telah ditandai dengan penandatanganan MoU antara Kementerian Agama bersama Bank Indonesia dalam program pemberdayaan pesantren pada November 2014.

Bincang Nasional tersebut menghadirkan beberapa pengasuh Pondok pesantren perwakilan Jawa, Sulawesi dan Sumatera sebagai pembicara. Hadir juga sebagai narasumber Dirjen Pendis, Kamarudin Amin dan Kepala Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial, Kemensos, Mukman Nuryana. Sedangkan Gubernur BI, Agus D Martowardojo, menjadi moderator.

Kamarudin mengatakan, baik Kemenag dan BI sepakat untuk bersinergi dalam pemberdayaan pesantren, utamanya dalam membangun ekonomi pesantren yang mandiri, sesuai dengan lokalitas dan berdasarkan syariah Islam.

Ia berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan oleh pondok pesantren  untuk saling belajar, bertukar informasi, dan bersilaturahim. Ke depan, Kamaruddin berkeinginan agar pemberdayaan pesantren tidak hanya pada aspek kelembagaannya, tetapi juga pada santrinya.

“Harapan kami, pemberdayaan ini tidak hanya kepada pondok pesantren ansich, namun juga untuk para santri, sebagai bekal kelak ketika selesai mondok dan terjun di tengah masyarakat,” kata Kamarudin. (T/P010/R05)

 

Mi’raj Islamc News Agency (MINA)

Comments: 0