Seleksi Beasiswa dan Non Beasiswa S1 Timur Tengah

Jakarta, MINA – Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menggelar seleksi beasiswa dan non beasiswa S1 Perguruan Tinggi Luar Negeri untuk negara kawasan Timur Tengah.

Seleksi ini digelar pada 15-16 Juni. Adapun pilihan negara tujuan kuliah ada tiga, yaitu Mesir, Sudan dan Maroko.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ditjen Pendidikan Islam, Arskal Salim pada Ahad (16/6) mengatakan, Pelaksanaan seleksi terbagi menjadi 15 lokasi di seluruh wilayah Indonesia. Total peserta yang mendaftar secara online sebanyak 5.613 orang.

“Hasil seleksi ini nantinya akan menjadi salah satu syarat calon mahasiswa untuk melanjutkan studi ke sana, sehingga apabila ada mahasiswa yang ke Timur Tengah tanpa rekomendasi/syahadah dari Kemenag pasti akan bermasalah nantinya,” jelas Arskal.

Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Diktis Agus Sholeh menambahkan, seleksi kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, seleksi dilakukan berbasis online sehingga lebih transparan dan akuntabel.

Seleksi terbagi dalam dua tahap. Pertama, tes kemampuan Bahasa Arab secara online (e-test). Mahasiswa dinyatakan lulus apabila mendapatkan nilai minimal 70%.

Tahap kedua, wawancara tatap muka. Peserta akan dites kemampuan percakapan Bahasa Arab dan hafalan Al quran minimal dua juz.

“Kami berharap para peserta bisa lulus tes dan bisa melanjutkan pendidikan tingginya di kampus yang selama ini menjadi harapan mereka,” kata Agus.

Para peserta akan memperebutkan 50 kuota beasiswa Al Azhar Mesir. Kuota ini terdiri dari 20 kuota Kementerian Agama, dan 30 kuota Pemerintah Mesir. Selain itu, ada juga 750 non beasiswa kuliah di Al Azhar, Mesir.

Untuk beasiswa kuliah pada universitas di Sudan, Kemenag menyiapkan 50 kuota. Sedang di Maroko, Kemenag siapkan beasiswa sebanyak 15 kuota. (R/Ast/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)