Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemenag Kirim 1000 Dai ke Wilayah 3T hingga Mancanegara

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Sri Astuti - 44 menit yang lalu

44 menit yang lalu

6 Views

Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad lepas keberangkatan dai dan daiyah ke 3T, Rabu (26/2/25). (Foto. Kemenag)

Jakarta, MINA – Kementerian Agama (Kemenag) RI kembali mengirim 1.000 dai dan daiyah ke wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), wilayah khusus, hingga luar negeri. Program ini menjadi bagian dari tarhib Ramadhan 1446 H.

Para pendakwah dijadwalkan berangkat pada 27 Februari 2025 dan bertugas hingga akhir Ramadhan.

Pelepasan keberangkatan ini berlangsung, Rabu (26/2) di Jakarta, dalam Ceremony Pembekalan dan Pelepasan Dai ke Wilayah 3T, Wilayah Khusus dan Imam Diaspora Indonesia di Luar Negeri Tahun 2025.

Pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera merah putih oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Abu Rokhmad kepada perwakilan dai, demikian tulis laman Kemenag, Kamis (27/2).

Baca Juga: Kolaborasi IMC-AWG, Gelar Talkshow tentang Palestina 

Tahun ini, Kemenag juga memperluas akses layanan keagamaan bagi diaspora Indonesia di luar negeri dengan mengirim lima dai ke Australia, Jerman, dan Selandia Baru. Para pendakwah yang ditugaskan di luar negeri merupakan peraih juara MTQ di tingkat nasional.

Abu Rokhmad mengapresiasi para pendakwah yang meneguhkan niat untuk mengabdi selama Ramadhan.

“1.000 orang yang siap terpisah selama sebulan dengan istri maupun suami ini merupakan pengabdian luar biasa. Perjalanan yang penuh dengan tantangan, tapi juga penuh dengan pahala yang luar biasa,” ujar Abu Rokhmad.

Abu juga mengingatkan terkait dokumentasi dan evaluasi dakwah. Setiap dai diminta melaporkan aktivitasnya, mengaktifkan media sosial, serta membuat laporan berbasis data untuk mengukur perubahan di masyarakat.

Baca Juga: Cuaca Jakarta Kamis Ini Hujan Ringan

Selain itu, ia berharap, para dai dapat memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat dan keluarga yang mereka bina.

“Negara membutuhkan tangan-tangan kreatif dan niat baik para dai. Bantu negara ini dengan mengajak masyarakat bekerja keras sesuai bidangnya. Bangun kedekatan emosional,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Penerangan Agama Islam Ahmad Zayadi mengatakan, meningkatnya permintaan layanan keagamaan dari diaspora, berpotensi bagi Indonesia untuk menjadi kiblat dalam kajian dan praktik keislaman, sebagaimana permintaan imam dan khatib dari berbagai negara, termasuk Kuwait dan Uni Emirat Arab.

“Layanan keagamaan yang kita berikan bisa dilihat dari keberadaan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) yang dibangun oleh Indonesia, yang memiliki 70 persen mahasiswa asing dan 30 persen mahasiswa lokal,” tambahnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Resmikan Bank Emas Pertama di Indonesia

Zayadi berharap, para dai yang diutus dapat memahami pentingnya mengenal audiens (mad’u) secara psikologis dan spiritual.

“Dakwah perlu memperhitungkan faktor sosial dan budaya masyarakat. Dai tidak hanya bertugas menyampaikan ajaran agama, tetapi juga melakukan analisis sosial agar dakwah lebih efektif,” pungkas Zayadi.

Pengiriman dai ke wilayah 3T rutin dilakukan sejak 2022 setiap Ramadhan. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam, memperkuat harmoni masyarakat berbasis nilai agama dan kearifan lokal, serta membantu menyelesaikan masalah sosial, dan budaya di wilayah perbatasan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Koarmada RI Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan di Muara Angke Jakarta

Rekomendasi untuk Anda

Ramadhan 1446 H
Indonesia
Haji 1445 H
Indonesia