Jakarta, MINA – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan telah merealokasi anggaran hingga hampir Rp. 2 triliun pada tahun 2021 ini untuk berkontribusi menangani pandemi Covid-19.
“Pemerintah sangat serius dalam penanganan pandemi. Anggaran kementerian, termasuk di Kemenag, direalokasi untuk itu. Kita bahkan hampir Rp.2 triliun,” kata Menag di Jakarta, Senin (2/8).
Menurutnya, realokasi anggaran untuk penanganan pandemi ini dilakukan dalam beberapa tahap.
Tahap pertama, sekitar Rp. 483,54 miliar anggaran Kemenag ikut direalokasi dalam rangka pelaksanaan program vaksinasi.
Baca Juga: Pemungutan Suara Ulang Pilkada Digelar 5 dan 9 April 2025
Tahap kedua, sekitar Rp. 712,78 miliar untuk berkontribusi dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Tahap ketiga, sekitar Rp. 385,46 miliar untuk mendukung penanganan pandemi Covid-19.
“Saat ini sedang dalam proses realokasi tahap keempat yang juga untuk menyukseskan pelaksanaan PPKM dengan realokasi anggaran mencapai Rp. 399,91 miliar,” ujar Menag.
“Jadi total anggaran Kemenag yang direalokasi untuk bersama-sama menangani kondisi pandemi mencapai Rp.1,981 triliun,” lanjutnya.
Baca Juga: Cuaca Jakarta Diprediksi Turun Hujan Sabtu Ini
Menag mengatakan, realokasi anggaran sebesar itu menjadi bentuk komitmen Kemenag dalam penanganan pandemi.
Selain itu, Kemenag juga melakukan afirmasi lain, misalnya dalam bentuk kebijakan pengurangan uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), pemberian bantuan penanganan Covid-19 untuk pesantren, bekerjasama dengan Baznas dalam vaksinasi kiai dan santri, serta menggulirkan program sertifikasi halal gratis bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK).
Untuk memastikan pendidikan di madrasah tetap berjalan, Kemenag juga melakukan sejumlah afirmasi pada penguatan pembelajaran digital.
Misalnya, menyiapkan anggaran Bantuan Afirmasi Madrasah hingga mencapai Rp. 399,9 miliar yang diimplementasikan melalui Program Realizing Education’s Promise – Madrasah Education Quality Reform.
Baca Juga: H+4 Lebaran, Pemudik Mulai Berdatangan di Terminal Pulo Gebang
Anggaran ini diperuntukkan bagi 2.666 madrasah dan bisa dimanfaatkan dalam penguatan digitalisasi madrasah. (R/Hju/P1
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Tanggapi Tarif Resiprokal AS 32 Persen Indonesia Siapkan Strategi Menghadapinya