Kemenag Resmikan MAN IC Tanah Laut

Tanah Laut, 12 Syawwal 1437/11 Juli 2016 (MINA) – Direktur Pendidikan Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Ditjen Pendis Kemenag) M. Nur Kholis Setiawan meresmikan Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Tanah Laut di Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Jum’at (15/6).

Dalam sambutanya, Nur Kholis mengatakan bahwa generasi yang pintar sekaligus benar dapat melakukan tugas-tugas kemanusiaan dan membangun peradaban sehingga menjadi spirit dasar MAN IC, demikian keterangan pers yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Nur Kholis mengurai makna Insan Cendekia yang menjadi nama MAN tersebut dihadapan para orang tua siswa, pejabat, dan masyarakat.

Menurutnya, manusia dalam Al-Quran disebut basyarun, naasun, dan insanun. Ketiganya terdapat perbedaan yang mendasar. Basyar adalah mahluk bioligis yang melakukan aktivitas biologis sama dengan hewan dan tumbuh-tumbuhan. Sementara Insan adalah manusia sebagai kreator peradaban, yang membedakannya dengan makhluk Tuhan lainnya.

Kata cendekia, lanjutnya, berasal dari kata dzakaa’un atau dzakiyun yang berarti cerdas. Oleh karena itu MAN IC diharapkan akan melahirkan generasi yang cerdas, pintar, sekaligus benar.

“Hal ini penting, karena saat ini banyak orang yang pintar namun sering keblinger. Saya juga berharap MAN IC dapat melahirkan calon pemimpin yang pintar sekaligus benar sehingga dapat mengembangkan masyarakat dan berguna untuk bangsa,” tegasnya.

MAN Insan Cendekia Tanah Laut adalah satu dari 8 MAN Insan Cendekia yang mulai beroperasi pada tahun pelajaran 2016/2017. Ketujuh MAN IC lainnya adalah MAN IC di Padang Pariaman Sumatera Barat, Bengkulu Tengah Bengkulu, Kota Batam Kepulauan Riau, Sambas Kalimantan Barat, Kota Palu Sulawesi Tengah, Sorong Papua Barat, dan MAN IC Kota Kendari Sulawesi Tenggara.

Kementerian Agama RI melalui Direktorat Pendidikan Madrasah sudah mengawali dengan baik pendirian MAN IC Tanah Laut. Hal itu diawali dengan MoU dengan Bupati Tanah Laut, pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, serta rekrutmen peserta didik baru, pendidik, dan tenaga kependidikan (PTK) yang dilakukan dengan ketat.

Nur Kholis menekankan, antara Kementerian Agama, Pemda Tanah Laut, dan orang tua wali serta civitas akademika MAN Insan Cendekia harus berbagi peran dalam mengembangkan MAN Insan Cendekia.

“Ranah logistik ini bagian saya dan Pak Bupati, berupa pemenuhan Sarpras selengkap mungkin. Sementara peran pengembangan logika dilakukan oleh para guru, pembina asrama, bersama siswa dalam kegiatan pengembangan diri,” ujarnya.

Mengutip Syaikh Abu Hasan Asyadzili, Nur Kholis mengingatkan civitas akademika MAN IC Tanah Laut untuk selalu tekun dalam kerja dan belajar, juga terus menjalin kerjasama.

“Ketika kalian ingin mendapatkan kenikmatan agung, ingin melihat Allah, jadilah orang yang mensyukuri apapun yang telah diberikan-Nya. Caranya, belajar yang tekun dan menjadi yang terbaik, serta saling berkolaborasi,” pesannya.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Tanah Laut, Rusmadi mengatakan para guru dan pembina asrama sudah hadir sejak 4 hari yang lalu untuk menjalankan tugasnya di MAN IC Tanah Laut. Sementara peserta didik yang telah melakukan daftar ulang berjumlah 75 orang dari 96 orang yang dinyatakan lolos seleksi.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Bapak Bupati dan Direktur Pendidikan Madrasah yang telah serius membantu sehingga MAN IC Tanah Laut bisa beroperasi di tahun ini,” kata Rusmadi.

Kegiatan peluncuran dan penyambutan Peserta Didik Baru dilaksanakan di 17 MAN IC mulai 15-19 Juli 2016. Hadir pada acara Peluncuran di MAN IC Tanah Laut, Bupati Tanah Laut, Bambang Alamsyah, Sekda Tanah Laut, Abdullah, Para Kepala Dinas Tanah Laut, Pejabat Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalsel, Kankemenag Kab. Tanah Laut, Rusmadi, dan orang tua wali siswa. (T/ima/R05)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)