Kemenag Selenggarakan AICIS 2021 di Surakarta pada Oktober Mendatang

Surakarta, MINA – Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama akan kembali menyelenggarakan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS). Gelaran ke 20 ini akan berlangsung di Kota Surakarta pada akhir Oktober mendatang.

Untuk menyukseskan agenda tersebut, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Suyitno beserta Rektor UIN Raden Mas Said, Mudhofir, dan panitia penyelenggara beraudiensi dengan Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka pada Jumat (25/6).

Selain memperkenalkan AICIS, audiensi dilakukan untuk meminta dukungan Pemerintah Kota Surakarta sebagai tuan rumah konferensi tingkat internasional tersebut pada Oktober mendatang, demikian siaran pers yang diterima MINA, Senin (28/6).

“Rencana pelaksanaannya di Kota Solo pada tanggal 25-29 Oktober 2021. Insya Allah akan dibuka oleh Presiden RI Bapak Joko Widodo dan yang menjadi pembicara kunci adalah Pangeran Muhammad Bin Zayed dari UEA,” ungkap Suyitno di Surakarta.

Suyitno menambahkan, AICIS tahun ini merupakan kegiatan yang monumental. Ajang ini juga disebut sebagai AICIS Reborn. Sebab, ini merupakan momen napak tilas 11 tahun perjalanan AICIS. Tahun 2009, konferensi internasional ini diselenggarakan di Kota Surakarta dan diterima Bapak Joko Widodo yang kala itu menjabat sebagai Walikota Surakarta.

“Dan pada hari ini, 11 tahun kemudian, di kota yang sama, kami diterima oleh Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, sebagai putra dari Bapak Joko Widodo,” tambahnya.

Pada kesempatan audiensi ini, secara eksplisit, Gibran mendukung penuh penyelenggaraan AICIS, baik moril maupun materiil, khususnya pada sisi publikasi dan kegiatan-kegiatan pra konferensi.

“Sebagai Walikota Surakarta, kami siap memberikan bantuan baik moril maupun materil, khususnya dalam hal publikasi outdoor, baik baliho dan videotron serta bantuan kegiatan pra konferensi bila diperlukan,” kata Gibran.

Selain itu, Gibran juga mengapresiasi peran Kementerian Agama dalam membangun moderasi beragama di Indonesia, di antaranya melalui kegiatan AICIS.

“Semoga moderasi beragama terus tumbuh, khususnya di Kota Surakarta, sebagai barometer keragaman budaya dan agama di Indonesia,” ujarnya.

Rektor UIN Raden Mas Said, Mudhofir juga mengenalkan alih status IAIN Surakarta menjadi UIN Raden Mas Said Surakarta di hadapan Walikota Surakarta.

Mudhofir berharap adanya UIN di wilayah Surakarta dapat menjadi bagian dari kebijakan pemerintah, khususnya pemerintah daerah, dalam rangka terus menjaga stabilitas dan keberagaman agama dan budaya. (R/R6/R2)

Mi’raj News Agency (MINA)