Kemenag Selenggarakan Program Penceramah Bersertifikat, Bukan Sertifikasi Penceramah

Jakarta, MINA- Kementerian Agama segera menyelenggarakan program Penceramah Bersertifikat.

“Bukan sertifikasi penceramah tetapi penceramah bersertifikat, jadi tidak berkonsekuensi apapun,” kata Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin dalam Rapat Evaluasi Nasional Direktorat Penerangan Agama Islam tahun 2020 di Jakarta, Sabtu (5/9).

Program ini didesain melibatkan banyak pihak, antara lain: Lemhannas, BPIP, BNPT, MUI, dan ormas lainnya.

Menurutnya, program Penceramah Bersertifikat merupakan arahan Wapres Ma’ruf Amin, yang juga Ketua Umum MUI.

Tahun ini, target peserta program ini adalah 8.200 penceramah, terdiri 8.000 penceramah di 34 provinsi dan 200 penceramah di pusat. Demikian keterangan yang diterima MINA Ahad, (6/9).

Kemenag, kata Kamaruddin Amin, melibatkan Lemhannas untuk memberikan penguatan pada aspek ketahanan ideologi. Sementara keterlibatan BNPT untuk berbagi informasi tentang fenomena yang sedang terjadi di Indonesia dan di seluruh dunia.

“Kehadiran BPIP untuk memberikan pemahaman tentang Pancasila, hubungan agama dan negara. Sementara MUI dan ormas keagamaan adalah lembaga otoritatif dalam penguatan di bidang Agama,” jelas Dirjen.

Rapat Evaluasi yang bertajuk Moderasi Dakwah dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 ini berlangsung selama tiga hari, 4-6 September 2020. Diikuti 132 peserta dari Kanwil Provinsi Se Indonesia, Pimpinan Ormas Islam atau Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat Provinsi, serta  Pejabat dan Pelaksana di lingkungan Direktorat Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam.

Dalam acara turut hadir mendampingi Dirjen, Direktur Penerangan Agama Islam Juraidi, dan Kasubbag TU Direktorat Penerangan Agama Islam Mochamad Nakip. (R/SH/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)