Kemenag Siapkan Program Penguatan, Pengembangan untukPendidikan di Pesantren

Foto: Kumparan

Jakarta, MINA – Kementerian Agama telah menyiapkan program penguatan dan pengembangan untuk membantu penyelenggaraan pendidikan pesantren di tahun 2021.

“Sejumlah program afirmasi pesantren sudah kita siapkan. Kami menyebutnya sebagai program penguatan dan pengembangan pesantren,” kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Rabu (20/01).

“Program ini mencakup aspek akademik, kelembagaan, Sumber Daya Manusia (SDM), bahkan bantuan sarana prasarana,” sambungnya.

Penguatan SDM, kata Menag, antara lain akan dilakukan dengan memberikan program afirmasi bagi peningkatan kualifikasi akademik pengajar pesantren, khususnya Ma’had Aly. “Kami akan memberikan beasiswa pascasarjana bagi para dosen Ma’had Aly,” jelasnya.

Afirmasi lainnya adalah pendampingan program sertifikasi bagi ustaz pesantren, utamanya mereka yang mengajar di Ma’had Aly, diniyah formal, dan mu’adalah.

“Kami menargetkan ada 6.000 tenaga pendidik pesantren yang bisa menerima manfaat beasiswa atau sertifikasi ini,” kata Menag.

Afirmasi lainnya dalam bentuk peningkatan sarana prasarana. Kemenag telah menyiapkan bantuan untuk 1.500 pesantren, 116 pendidikan diniyah formal (PDF), 130 Satuan Pendidikan Muadalah, 70 Madrasah Diniyah Takmiliyah, dan 140 pendidikan Al-Quran.

“Bantuan sarana prasarana lainnya dalam bentuk pembangunan gedung perpustakaan dan laboratorium bagi pesantren,” ucap Menag.

Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani menambahkan, Kementerian Agama juga telah mengalokasikan anggaran insentif buat ustadz pesantren. Besarannya adalah Rp250 ribu.

Untuk para santri ada dua jenis bantuan yang disiapkan. Pertama, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pesantren. “Kami sudah alokasikan anggaran lebih dari Rp162 miliar untuk 160 ribu lebih santri,” terangnya.

Kedua, Program Indonesia Pintar (PIP) pesantren. “Ada sekitar Rp145 miliar yang dialokasikan untuk membantu lebih dari 188 ribu santri,” tuturnya.

“Program-program afirmasi terhadap lembaga pendidikan Islam tertua dan khas Indonesia ini akan terus dilakukan, bahkan ditingkatkan,” lanjutnya. (R/R5/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)