Kemenag Susun Best Practise Kepengawasan Madrasah

Bogor, MINA – Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Agama menggelar workshop untuk menyusun Best Practise Tenaga Kependidikan, khususnya terkait kepengawasan. Direktur GTK Suyitno mengatakan, penyusunan best practise ini penting agar bisa dijadikan rujukan bersama dalam pelaksanaan tugas kepengawasan.

“Setiap pengawas madrasah pasti memiliki best practice terbaik dalam memajukan pendidikan,” terangnya saat memberikan pengarahan pada Workshop Diseminasi Best Practice Tenaga Kependidikan Madrasah Aliyah  di Bogor, Kamis (20/7).

Dikutip dari rilis Kemenag, menurut Suyitno, selama ini ada kesan, bahwa mutu pendidikan menjadi domainnya guru.  Padahal, secara struktural ada pengawas yang posisinya di atas guru dan bertugas memberikan supervisi.

“Pengawas madrasah memiliki peran penting dalam mengawal mutu madrasah. Jadi bagus tidaknya kualitas guru sebenarnya juga dipengaruhi oleh kualitas pengawas,” tuturnya.

Di hadapan para pengawas, Guru Besar UIN Palembang ini meminta agar mereka  tidak hanya melakukan supervisi managerial kepada guru. Lebih dari itu, hal yang tidak kalah penting adalah supervisi akademik.

“Yang paling penting dari fungsi pengawas adalah melakukan supervisi akademik. Jadi yang menjadi barometer itu bukan supervise manajerialnya, tetapi supervisi akademik nya,” imbuhnya.

Suyitno yakin, jika pengawas bisa mengawal mutu pendidikan dengan mengedepankan supervisi akademik kepada para guru, mutu pendidikan madrasah juga akan meningkat.

Rumusan best practise ini diharapkan bisa menjadi bahan supervisi sekaligus bahan bacaan sesama pengawas dan guru dalam rangka terus meningkatkan mutu pendidikan madrasah.

Workshop ini diikuti pengawas perwakilan dari 34 provinsi dari seluruh Indonesia. (T/R05/RS3)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)