Kemenag: Target 8.200 Penceramah Bersertifikat Terpenuhi

Jakarta, MINA – Kementerian Agama (Kemenag) terus menyosialisasikan program Penguatan Kompetensi Penceramah atau penceramah bersertifikat.

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi saat berbicara pada ‘Dialog Isu-Isu Kebimasislaman Bersama Praktisi Media’ di Jakarta, Kamis (17/12), mengatakan, Kemenag sudah memenuhi target 8.200 sertifikasi terhadap imam masjid maupun penceramah selama 2020.

“Yang kita lakukan adalah memberikan pembekalan dan wawasan kepada mereka, yang kami namakan kemudian Penguatan Kompetensi Penceramah, atau kadang-kadang sering disebut dengan penceramah bersertifikat,” kata Fachrul Razi.

“Alhamdulillah kita saat ini sudah mempunyai 8.200 penceramah agama yang mengikuti program Penguatan Kompetensi Penceramah,” imbuhnya.

Meski demikian, dirinya mengatakan bahwa imam masjid atau penceramah yang tidak memiliki sertifikasi bukan berarti mereka tak berkompeten. Hanya saja, kata dia, sudah menjadi tugas Kemenag memberikan pelayanan kepada para penceramah dan masyarakat.

“Tapi juga tidak bermakna bahwa yang tidak punya sertifikat itu tidak kapasitas berceremah. Berceramah saja, silakan. Dan juga tidak kita maksudkan bahwa yang tidak mengikuti pembekalan itu wawasannya sempit, tidak juga,” tuturnya.

“Tapi paling tidak kita senang karena kita telah memberikan pembekalan dan memperluas wawasan kepada 8200 penceramah. Dan akan berkembang terus ke depannya,” katanya menambahkan.

Fachrul Razi mengaku terus mengupayakan komunikasi yang intens kepada semua organisasi massa (ormas) berbasis Islam. Juga telah berdiskusi dengan sejumlah tokoh dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Kita terus komunikasikan dengan ormas Islam, Majelis Ulama Indonesia. Sebagian besar setuju, tapi ada juga yang tidak setuju. Tetapi kami terima karena bagi kami program tersebut adalah hal yang baik dan elegan. Tidak hanya baca teks. Tidak seperti itu,” katanya. (L/R2)

Mi’raj News Agency (MINA)