Kemenag Targetkan KUA Bisa Kelola ZIS dan Wakaf

Tangerang, MINA – Kementerian Agama telah memulai program Revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA) dengan meluncurkan enam KUA Model di KUA Banjarnegara, Jawa Tengah, akhir Mei lalu. Salah satu yang menjadi fokus Kemenag adalah pemberdayaan ekonomi umat di daerah.

Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin mengatakan, pihaknya tengah menargetkan KUA bisa menjadi tempat pengumpulan dan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta wakaf. Langkah tersebut diawali melalui diskusi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

“Kami sudah diskusikan dengan teman-teman di BAZNAS Pusat yang akan dieksekusi oleh BAZNAS Kabupaten/Kota bahwa KUA-KUA kita akan dijadikan sebagai UPZ-UPZ. Jadi nanti KUA kita bisa menjadi tempat pengumpul zakat, infak, dan sedekah (ZIS) juga wakaf,” ujar Kamaruddin saat membuka Bimtek Fasilitator Pengelolaan Keuangan Keluarga di Tangerang, Senin (21/6).

Tidak hanya mengumpulkan ZIS dan wakaf, Kamaruddin mengatakan, KUA juga direncanakan akan mendistribusikan kepada masyarakat dan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi umat. “Kita berharap sekali lagi potensi zakat, infak, dan sedekah yang begitu besar di KUA bisa menjadi instrumen memberdayakan ekonomi umat atau masyarakat yang ada di sekitarnya,” tuturnya.

Kamaruddin menegaskan, saat ini Kemenag masih menggodok formula yang tepat sehingga program yang dihasilkan berjalan sesuai dengan harapan. “Kita sedang merumuskan, mendiskusikan, dan sedang mencari formulanya yang tepat, kira-kira nanti KUA kalau sudah menjadi UPZ seperti apa, keahlian apa yang dibutuhkan, SDM apa yang dibutuhkan, dan apa yang harus dilakukan,” ujarnya.

“Ini sedang kita rumuskan dan nanti akan menjadi pedoman bagi teman-teman di KUA yang akan menjadi UPZ di seluruh Indonesia. Jadi nanti secara bertahap mengikuti program Revitalisasi KUA ini. Jadi KUA-KUA akan menjadi UPZ di daerah dan akan mengelola perzakatan dan perwakafan di kecamatannya masing-masing,” tuturnya.

Bimtek Fasiliatator Pengelolaan Keuangan Keluarga tersebut digelar oleh Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam yang dihadiri oleh 110 penghulu maupun penyuluh dari 100 KUA yang direvitalisasi.

Bimtek tersebut digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan para peserta diwajibkan melakukan swab antigen. (L/R2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)