KEMENAG TERBITKAN JADWAL PENYELENGGARAAN HAJI 1436H

(Foto: Mohamed Fikry Elaskary/Skycrappercity)
Kuota haji untuk Indonesia masih dipotong 20 % dari kuota dasar 211.000 jamaah karena adanya renovasi di Masjidil Haram.(Foto: Mohamed Fikry Elaskary/Skycrappercity)

Jakarta, 10 Jumadil Awwal 1436/1 Maret 2015 (MINA) – Kementerian Agama (Kemenag) telah menerbitkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) 1436H/2015M, Senin (16/02) lalu. Pelaksanaan puncak haji 1436H, yaitu wukuf di Arafah, dijadwalkan jatuh pada 22 September 2015.

Proses penyelenggaraan haji 2015 dimulai 20 Agustus dan berakhir 26 Oktober. Berdasarkan rencana itu, pada 20 Agustus, calon jamaah haji sudah masuk asrama haji dan satu hari kemudian (21 Agustus) merupakan awal pemberangkatan calon jamaah haji gelombang I dari Tanah Air ke Madinah.

Selanjutnya tanggal 4 September merupakan awal keberangkatan calon jamaah haji gelombang kedua dari Tanah Air menuju Jeddah. Akhir keberangkatan jamaah haji gelombang kedua, yang berarti seluruh jamaah haji sudah diberangkatkan ke Tanah Suci, akan dilakukan pada 17 September.

Baca Juga:  IRI-BRGM Indonesia Gelar Pelatihan Jurnalisme untuk Komunitas Agama

Pada tengah malam hari itu juga merupakan closing date Bandara Internasional King Abdul Aziz, yang artinya sudah tidak ada lagi penerbangan setelahnya yang terkait penerbangan haji, demikian siaran pers Kemenag yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Berdasarkan penyelenggaraan sebelumnya, jamaah haji gelombang pertama ditempatkan dulu di Madinah lalu diberangkatkan ke Makkah sebelum proses ibadah haji di Armina (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Sementara jamaah haji gelombang kedua langsung ditempatkan di Makkah dan baru kemudian diberangkatkan ke Madinah setelah proses ibadah haji selesai. Artinya, beberapa hari sebelum ibadah haji, seluruh jamaah haji berada di Kota Makkah.

Wukuf di Arafah, yang merupakan puncak haji, diperkirakan jatuh pada Selasa, 22 September 2015. Saat itu, seluruh jamaah haji, yang jumlahnya jutaan, berkumpul di Padang Arafah, sejak Zuhur hingga petang hari antara lain melakukan dzikir, istighfar dan doa baik untuk diri sendiri atau pun untuk orang lain. Biasanya, jamaah haji Indonesia telah tiba di Arafah satu hari sebelumnya.

Baca Juga:  Ponpes Al-Fatah Ciamis Wisuda 51 Santri

Setelah wukuf di Arafah, proses ibadah haji selanjutnya adalah bermalam di Muzdalifah dan melempar jumrah di Mina.

Awal pemulangan jamaah haji gelombang pertama dari Jeddah ke Tanah Air akan dilakukan pada 29 September 2015. Adapun akhir kedatangan jamaah haji gelombang kedua dari Madinah ke Tanah Air, yang artinya seluruh jamaah haji Indonesia sudah dipulangkan, dijadwalkan pada 26 Oktober.

Kementerian Agama juga telah menetapkan 12 embarkasi dan debarkasi pada penyelenggaraan ibadah haji 1436H/2015M. Hal itu tertuang dalam Keputusan Menteri Agama No 17 Tahun 2015 tentang Penetapan Embarkasi dan Debarkasi Haji Tahun 1436H/2015M.

Pada 2014, jumlah kuota jamaah haji Indonesia sebanyak 168.800 orang yang terdiri atas 155.200 jamaah haji reguler dan 13.600 jamaah haji khusus.

Baca Juga:  Seminar Ekosistem Islam Holistik Hadirkan Grand Seikh Al-Azhar

Sementara kuota haji untuk Indonesia masih dipotong 20 % dari kuota dasar 211.000 jamaah karena adanya renovasi di Masjidil Haram.(T/R05/R02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Wartawan: Rana Setiawan

Editor:

Comments: 0