Kemenag Upayakan Penyatuan Kalender Hijriyah

Jakarta, MINA – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah berupaya menyatukan penanggalan hijriyah. Untuk saat ini penanggalan hijriyah masih akan seragam hingga 2022 mendatang.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Moh Agus Salim menuturkan, penyatuan penanggalan kalender hijriyah sangat penting di tengah kehidupan umat Islam, terlebih hal ini menyangkut urusan syariah Islam.

“Kami juga punya program penyatuan perbedaan penentuan awal bulan hijriyah. Dalam hal ini penyeragaman penentuan awal Ramadan, Idul Fitri dan sebagainya,” kata Agus Salim dalam Dialog Isu-Isu Kebimasislaman dengan Praktisi Media di Olympic Bigland, Sentul, Bogor, Selasa (22/9).

Agus menegaskan, penyatuan penanggalan kalender hijriyah tidak akan mudah dilakukan. Namun demikian, kata dia, Kemenag akan terus berusaha membuat penanggalan hijriyah seragam dalam beberapa tahun mendatang.

“Tahun-tahun ini kita masih akan seragam dalam penentuan Ramadan dan sebagainya. Kira-kira sampai 2022 atau 2023. Setelah itu, inilah yang kemudian menjadi salah satu program kami. Kami bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia,” tuturnya.

Menurut Agus, jika ada keseragaman dalam penentuan awal Ramadan dan Idul Fitri, keresahan di masyarakat tidak akan timbul. Namun, dia melanjutkan, ketika ada perbedaan penentuan awal Ramadhan dan Idul Fitri, konsekuensinya sangat besar.

“Sehingga, kita akan berusaha bagaimana menyatukan itu (kalender hijriyah), tapi tentu tidak mudah. Tapi, akan kita usahakan,” katanya. (L/R2/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)