KEMENKES GAZA: KAMI PERLU DOKTER DAN OBAT

KORBAN
KORBAN
Pihak rumah sakit terusmendapati korban-korban yang meninggal dan terluka hingga kelebihan kapasitas. Foto: Arsip

Gaza, 7 Syawwal 1435/3 Agustus 2014 (MINA) – Direktur urusan dokter medis Rumah sakit Al-Syifa Gaza yang berada di bawah Kementerian Kesehatan, Dr. Subhi Al-Skaik, menyatakan Gaza dalam kondisi serba terbatas serta memerlukan obat-obatan dan dokter spesialis untuk menangani korban yang terus bertambah dengan luka-luka parah yang baru.

“Situasi seperti ini kami sangat membutuhkan bantuan dokter spesialis dan obat-obatan, ini sudah masuk hari ke-27 agresi Israel dan masih terus meningkat,” ujar Subhi kepada koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Gaza, Ahad (3/8).

Baca Juga:  Warga Palestina Berjuang Mencari Air Minum

Lebih lanjut Subhi mengatakan, “Kami memerlukan dokter-dokter spesialis untuk pasien-pasien luka, setidaknya enam jenis dokter spesialis dan perawat khusus ruang operasi yang kami perlukan,” katanya sambil memisalkan, dokter spesialis Anastesi, Spesialis vascular, Spesialis bedah lutut, Spesialis orthopedic, Spesialis bedah plastik dan perawat khusus ruang operasi (Medical operation room nurses).

Lebih lanjut Subhi memperingatkan stok obat-obatan sangat diperlukan untuk segera di datangkan ke Gaza, namun dirinya belum menjelaskan lebih lanjut obat-obatan apakah yang paling dibutuhkan mayoritas pasien yang jadi korban serangan Israel.

Sebelumnya, pada pertengahan Juli Departemen Kesehatan Gaza mengumumkan keadaan darurat atas kekurangan obat-obatan dasar untuk para korban yang terus bertambah. Ashraf Qadra, juru bicara depkes, mengatakan kebutuhan akan segera menjadi kritis dalam waktu dekat.

Baca Juga:  Ben-Gvir Desak ‘Migrasi Sukarela’ Warga Palestina

“Kita sudah menghadapi kekurangan parah – 35 sampai 40 persen – dari obat-obatan yang dibutuhkan yang berdampak pada pengobatan jumlah korban yang terus meningkat saat ini,” katanya kepada IRIN.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Gaza mengalami kekurangan 30 persen dari daftar obat-obatan esensial bahkan sebelum perang terjadi awal Juli 2014, menyusul blokade yang terjadi pada Jalur Gaza sejak 2007.

Hingga saat ini korban sipil akibat serangan udara dan artileri Israel terus bertambah di sepanjang Jalur Gaza, terlebih bagian Rafah selatan Gaza yang dibombardir secara intens sejak Jum’at lalu, menambah total korban meninggal mencapai 1830 jiwa dan korban luka yang mencapai hampir 10.000 jiwa.(L/K01/P03)

Baca Juga:  12 Tentara Israel Terluka dalam 24 Jam Terakhir di Gaza

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
 

 

Wartawan: Rudi Hendrik

Editor:

Comments: 0