Kemenkes Palestina Mulai Vaksinasi di Tepi Barat

Gaza, MINA – Kementerian Kesehatan Palestina mulai melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap parakesehatan yang bekerja di ruang-ruang ICU di Rumah Sakit atau pusat-pusat pelayanan kesehatan untuk pasien virus Covid-19.

Menteri Kesehatan Palestina meluncurkan program ini dan ibu Menteri sendiri yang mendapatkan vaksin di Rumah Sakit Hugo Chavez di Turmus Ayya (Tepi Barat).

Menteri Kesehatan Palestina, May Al-Keila Selasa (3/2) mengatakan bahwa vaksinasi Covid-19 sudah dimulai sesuai rencana. Hal tersebut sesuai dengan rekomendasi dari WHO dan besok Rabu sebagainnya akan dilakukan vaksinasi ke Jalur Gaza.

“Tenaga kesehatan di ruang ICU mendapatkan vaksinasi dengan vaksin Moderna. Kementerian Kesehatan sebelumnya menyebutkan bahwa pihaknya sudah menerima 2000 vaksin Moderna,” kata May Al-Keila, demikian Palinfo melaporkan.

Ia menyebutkan bahwa prioritas vaksin Covid-19 diberikan kepada tenaga pekerja di bidang kesehatan karena mereka kelompok paling besar terpapar virus corona.

May Al-Keila menambahkan, kelompok kedua yang akan mendapatkan vaksin Covid-19 adalah kelompok usia tua yang usianya 60 ke atas dan penderita penyakit akut sebab mereka juga paling rentan dengan gejala-gejala serangan virus yang berbahaya.

Menteri Kesehatan Palestina mengisyaratkan di sela-sela program vaksin dimulai bahwa vaksinasi akan dilanjutkan dengan vaksin Sputnik dari Rusia.

Menkes Palestina menegaskan, Palestina akan menerima 5000 vaksin dalam beberapa hari ke depan, selain 37 ribu vaksin dari prakarsa Covax yang dilaunching oleh WHO dan Koalisi Internasional untuk menjamin negara dunia mendapatkan vaksin Covid-19.

Pemerintah juga telah membeli vaksin Astra Zeneca dan akan tiba di Palestina dalam beberapa waktu ke depan. May Al-Keila menegaskan vaksinasi Covid-19 sudah sesuai rencana. dengan rekomendasi WHO dan Rabu besok akan dilakukan vaksinasi ke Jalur Gaza.

“Program vaksinasi tersebut akan berlanjut selesain vaksinasi untuk 3,2 juta warga Palestina dan ini membutuhkan waktu beberapa bulan. (T/R4/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)