Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemenkes Tetap Laksanakan Imunisasi di Lokasi Bencana Sumatra untuk Cegah KLB

Mujiburrahman Editor : Rudi Hendrik - Jumat, 19 Desember 2025 - 22:21 WIB

Jumat, 19 Desember 2025 - 22:21 WIB

25 Views ㅤ

Ilustrasi: Tim medis MER-C membuka layanan kesehatan di kamp pengungsi korban terdampak banjir Sumatra. (Foto: MER-CIndonesia)

Jakarta, MINA – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) terus mengupayakan pelaksanaan imunisasi di sejumlah lokasi bencana di wilayah Sumatra sebagai langkah pencegahan Kejadian Luar Biasa (KLB), khususnya penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).

Upaya tersebut dilakukan menyusul bencana banjir dan tanah longsor yang melanda beberapa provinsi, antara lain Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir November lalu. Kondisi pascabencana dinilai meningkatkan risiko penularan berbagai penyakit menular, terutama pada kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, dan lansia.

Imunisasi merupakan proses pembentukan kekebalan tubuh terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus maupun bakteri. Melalui imunisasi, tubuh dilatih untuk mengenali dan melawan kuman penyebab penyakit seperti campak, polio, difteri, tetanus, pertusis, dan hepatitis B yang terbukti dapat dicegah secara efektif dengan vaksinasi.

Pelaksanaan imunisasi dilakukan melalui pemberian vaksin, baik dengan cara suntikan maupun secara oral atau diminum, sesuai dengan jenis vaksin yang diberikan. Dalam situasi darurat bencana, Kemenkes bersama dinas kesehatan setempat dan tenaga medis di lapangan tetap berupaya memastikan layanan imunisasi berjalan, meskipun dengan berbagai keterbatasan sarana dan prasarana.

Baca Juga: Anies Baswedan Desak Indonesia Keluar dari BoP Bentukan Trump

Kemenkes menegaskan bahwa imunisasi dapat diberikan pada segala usia, namun terdapat imunisasi dasar yang wajib diberikan sejak bayi baru lahir untuk membentuk perlindungan awal terhadap penyakit berbahaya. Oleh karena itu, keberlanjutan layanan imunisasi di lokasi pengungsian menjadi sangat penting guna mencegah munculnya wabah penyakit yang berpotensi memperburuk kondisi kesehatan masyarakat terdampak bencana.

Dengan tetap dilaksanakannya imunisasi di wilayah terdampak banjir dan longsor, pemerintah berharap dapat menekan risiko penularan penyakit menular dan menjaga kesehatan masyarakat, sekaligus mencegah terjadinya KLB di tengah situasi darurat bencana. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Harga Jual Emas Hari Ini, Jumat 6 Maret 2026

Rekomendasi untuk Anda