Kemhan: Islam Tidak Ajarkan Paham Teror

Jakarta, 16 Rabi’ul Awwal 1438/16 Desember 2016 (MINA) – Dirjen Renhan Kementerian Pertahanan (Kemhan) Muhammad Syauqi mengatakan bahwa tindakan terorisme bukan berasal dari ajaran Islam, dan sengaja dibentuk untuk menyebarkan kecurigaan di tengah masyarakat Indonesia.

“Di dalam Islam tidak ada yang namanya terorisme. Terorisme dibentuk oleh pihak tertentu hanya untuk memunculkan sikap saling curiga di tengah masyarakat Indonesia,” katanya mewakili Menhan Ryamizard Ryacudu yang sebelumnya dijadwalkan akan membuka Musyawarah Nasional (Munas) II Bakomubin di Grand Cemara Hotel, Jakarta, Kamis (16/12).

Syauqi menuturkan,  ajaran Islam adalah ajaran yang damai, sementara ajaran teror adalah ajaran yang sangat bertentangan dengan Islam. Islam, kata dia, sangat menjunjung tinggi perdamaian dan terorisme adalah ajaran yang tidak ada kaitan dengan Islam.

Selain bertentangan dengan Islam, Syauqi menegaskan terorisme juga bertentangan dengan hukum humaniter internasional. “Ini yang akan terus kita selidiki. Siapa selidiki pihak-pihak di balik maraknya terorisme di Indonesia,” tegasnya.

Syauqi mengungkapkan, saat ini kecil kemungkinan akan terjadi perang kontak senjata. Ia menegaskan, yang harus diwaspadai adalah perang pemikiran yang sasaran utamanya adalah generasi muda bangsa.

“Kecil kemungkinannya akan terjadi perang secara fisik. Saat ini yang dikhawatirkan adalah perang pemikiran. Kami minta kerjasama dari para mubaligh Indonesia untuk turut aktif menyebarkan ajaran Islam yang sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah yang ditinggalkan oleh Rasulullah,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua Umum Bakomubin, Ali Mochtar Ngabalin menegaskan, pihaknya akan terus aktif dalam menyebarkan Islam rahmatan lil alamin yang membawa perdamaian bagi setiap bangsa dan negara di dunia ini.

“Siapa saja yang mengaku muslim, ia akan paham bahwa Islam tidak mengajarkan paham teror. Islam selalu membawa kedamaian bagi bangsa dan negara manapun di dunia ini,” tegasnya.

Munas II Bakomubin yang mengambil tema “20 Tahun Bakomubin dan Kebangkitan Mubaligh Indonesia” diselenggarakan untuk membahas problematikan para mubaligh yang sering terjadi belakangan ini, termasuk membahas regulasi alokasi dana untuk mubaligh. (L/P011/R01)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)