Kemlu: 1.290 WNI di Luar Negeri Terinfeksi Virus Corona

Jakarta, MINA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan, kasus warga negara Indonesia (WNI) yang terinfeksi virus corona di luar negeri mencapai 1.290 orang.

“Jumlah tersebut diperoleh setelah ditemukannya kasus baru di Arab Saudi. Sejumlah 854 WNI telah dinyatakan sembuh, dan  112 kasus kematian,” demikian keterangan yang diterima MINA dalam Twitter @Kemlu_RI, Ahad  (9/8).

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi  mengatakan, sementara itu, sampai dengan hari ini masih ada 324 WNI di luar negeri yang menjalani perawatan.

Berikut rincian WNI terinfeksi virus corona di luar negeri:

1. Amerika Serikat: 83

2. Arab Saudi: 203

3. Australia: 2

4. Bahrain: 1

5. Bangladesh: 1

6. Belanda: 8

7. Belgia: 3

8. Brunei Darussalam: 5

9. Chile: 1

10. Ekuador: 1

11. Ethiopia: 4

12. Filipina: 2

13. Finlandia: 1

14.Ghana: 1

15. Hong Kong (Cina): 4

16. India: 75

17. Inggris: 20

18. Irlandia: 1

19. Italia: 3

20. Jepang: 2

21. Jerman: 12

22. Kamboja: 4

23. Kanada: 6

24. Kazakhstan: 2

25. Korea Selatan: 14

26. Kuwait: 106

27. Lebanon: 1

28. Madagaskar: 1

29. Makedonia Utara: 1

30. Maladewa: 8

31. Malaysia: 168

32. Meksiko: 2

33. Mesir: 10

34. Nigeria: 2

35. Oman: 4

36. Pakistan: 33

37. Prancis: 4

38. Uni Emirat Arab (UEA): 58

39. Qatar: 111

40. Makau: 3

41. Rusia: 19

42. Singapura: 57

43. Spanyol: 13

44. Sudan: 17

45. Swedia: 1

46. Taiwan: 3

47. Thailand: 1

48. Timor Leste: 1

49. Turki: 3

50. Uzbekistan: 11

51. Vatikan: 8

52. Vietnam: 1

53. Kapal Pesiar: 184

Sebelumnya, Menlu Retno menjelaskan, negara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) akan meningkatkan kerjasama, khususnya dalam bidang kesehatan.

Ia menerangkan, Indonesia dan AS akan bekerjasama untuk mencegah kembali terjadinya pandemi di masa depan.

Berbicara saat penyerahan secara simbolis 100 ventilator dari AS, Menlu Retno mengatakan penyerahan ventilator adalah bukti dari kerjasama kedua negara dan dia berharap kedua negara akan terus memperkuat kerjasama tersebut.

“Ke depan, Indonesia dan AS akan terus memperkuat Kemitraan Strategis kami. Tidak hanya untuk memitigasi Covid-19 tapi juga untuk mencegah adanya pandemi di masa depan dan memberikan dukungan untuk tata kelola kesehatan regional dan global,” pungkasnya. (R/R8/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)