Kemlu RI: Karibia Barat Simpan Peluang Ekspor Besar Bagi Indonesia

Jakarta, MINA – Negara-negara di Karibia Barat disebut menyimpan peluang ekonomi yang besar terutama bagi ekspor produk Indonesia, termasuk UMKM.

Kuba, Republik Dominika, Bahama, Jamaika dan Haiti adalah negara-negara di Karibia Barat yang memiliki peluang besar tersebut.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dalam keterangan persnya yang dikutip MINA, Rabu (1/7) mengatakan, meski memiliki jumlah populasi yang kecil, negara-negara di kawasan itu ternyata dikunjungi hingga puluhan juta turis setiap tahunnya.

Di samping itu, rata-rata GDP per kapita yang di atas USD 5.000 menunjukan masyarakatnya memiliki daya beli yang tinggi.

Sayangnya potensi tersebut masih kurang dilirik  pelaku bisnis Indonesia, antara lain karena dipandang memiliki populasi yang kecil disamping jaraknya yang jauh.

Padahal Republik Dominika misalnya, memiliki populasi sekitar 10 juta jiwa, setiap tahun dikunjungi sekitar 6 juta turis asing, dengan GDP perkapita cukup tinggi yaitu USD 9.195.

Negara-negara di kawasan tersebut juga hampir 80 persen bergantung pada produk impor untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Pelaku bisnis Indonesia dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk ekspor ke kawasan di bidang makanan dan minuman (segar dan olahan), produk kecantikan (termasuk spa dan bulu mata palsu), perlengkapan perhotelan, kerajinan/souvenir, serta furnitur.

Konektivitas saat ini tidak terlalu sulit karena banyak penerbangan langsung ke negara-negara tersebut melalui Amerika Serikat dan Eropa.

Untuk menggali potensi ekspor produk Indonesia di kawsawan Karibia Barat, Kementerian Luar Negeri selenggarakan seminar daring “Potensi Bisnis Indonesia-Karibia Barat” pada Jumat (26/6).

Seminar daring itu merupakan seminar kedua dalam seri “Indonesia-The Americas” yang diselenggarakan oleh Kemlu RI bekerja sama dengan KADIN dan Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia.

Di samping mengidentifikasi peluang bisnis di kawasan Amerika dan Eropa, seminar juga menghadirkan narasumber-narasumber pengusaha yang telah berbisnis di kawasan tersebut.

Dalam seminar tersebut, Kemlu RI menghadirkan Duta Besar Indonesia untuk Havana, Alfred Tanduk Palembangan; Kepala ITPC di Mexico City, Guntur Prima; Ketua National Export Circle, Thomas Darmawan; serta Diaspora Indonesia pebisnis di Kuba, Republik Dominikana dan Cayman Island, yaitu Triana Mulyawati, Efrina Parantak Briggs, dan Ivan Tedjanegara.

Potensi kawasan atau benua Amerika sebagai pasar ekspor produk Indonesia belum terjamah sehingga perlu diinformasikan kepada pelaku usaha Indonesia.

Dengan adanya diskusi pekanan tersebut, diharapkan interaksi dan sinergi antara pemerintah dan pelaku Usaha terbina dengan baik. (R/RE1/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)