Kemlu RI-South Center Upayakan Akses Obat Murah untuk Negara Berkembang

Dindin Wahyudin, Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Multilateral Kemlu RI dan Direktur Eksekutif South Centre Carlos M. Correa (foto: Sajadi/MINA)

Jakarta, MINA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dan organisasi internasional, South Center menggelar Konferensi Regional dalam upaya menyiasati akses obat murah bagi negara-negara berkembang.

Konferensi dengan tema Regional Conference on Access to Medicines and Intellectual Property Rights itu dihadiri perwakilan pemerintah dari beberapa negara berkembang untuk membahas polemik tentang perlindungan hak paten dan akses terhadap obat-obatan.

“Kita ingin menyiasati aturan-aturan internasional supaya negara-negara berkembang bisa membeli obat yang lebih murah,” kata Dindin Wahyudin, Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Multilateral Kemlu RI di Jakarta, Rabu (18/9).

Menurutnya, dengan hak paten penemuan obat, seseorang dapat mengatur harga penjualan produknya. Hal itulah yang sering kali menyebabkan harga obat mahal.

“Sebagai contoh, obat untuk hepatitis C yang hak patennya ada di Amerika, harga untuk setiap pilnya, hanya satu pil mencapai seribu dolar,” kata Dindin.

Namun, ia mengatakan, yang menjadi fokus utama adalah tanpa hak paten masyarakat bisa mendapatkan obat dengan harga yang lebih murah. Namun, di saat yang sama hak kesejahteraan sang penemu obat telah dilanggar.

Sementara itu, Direktur Eksekutif South Centre Carlos M. Correa mengatakan, mahalnya harga obat-obatan dapat disiasati dengan menguatkan industri farmasi lokal. Dengan itu, pasokan obat generik yang berkualitas dapat dipenuhi.

Selain itu, aturan hukum internasional juga harus dapat memastikan kemudahan akses pengobatan bagi masyarakat.

Acara itu merupakan langkah awal bagi Kemlu RI, sebelum menjadi koordinator Foreign Policy of Global Health (FPGH) pada tahun depan. FPGD menjadi wadah diskusi yang dihadiri oleh kementerian terkait kebijakan kesehatan dari tujuh negara. (T/Sj/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)