Kepala Dewan Keamanan Nasional Israel di Mesir Bicarakan Gaza

Direktur Direktorat Intelijen Umum Mesir Abbas Kamel. (Times of Israel)

Kairo, MINA – Delegasi keamanan Israel tiba di Kairo pada Ahad (14/11) untuk membahas situasi di Jalur Gaza dan di Timur Tengah yang lebih luas, menurut media Israel.

Delegasi itu termasuk Eyal Hulata, Kepala Dewan Keamanan Nasional Israel, yang bertemu dengan Direktur Direktorat Intelijen Umum Mesir Abbas Kamel.

Kedua pejabat keamanan itu membahas kemungkinan gencatan senjata jangka panjang Israel dengan Hamas yang menguasai Gaza, yang coba dimediasi oleh Mesir.

Kamel juga akan melakukan perjalanan ke Israel sebelum akhir November untuk mempresentasikan rencana gencatan senjata Mesir kepada Perdana Menteri Israel Naftali Benett.

Itu akan menjadi kunjungan kedua Kamel ke Israel sejak pemerintah baru Israel mulai menjabat pada 13 Juni.

“Kunjungan Mayor Jenderal Abbas Kamel tidak terbatas ke Gaza dan penetapan gencatan senjata, tetapi ada masalah utama lainnya yang menjadi kepentingan bersama yang berada di bawah pengawasan pribadi oleh Kamel,” kata sumber dari faksi Palestina kepada layanan berbahasa Arab The New Arab.

Sumber-sumber tersebut secara khusus menyebutkan pengaruh yang berkembang dari Iran dan situasi di Suriah.

Mereka menambahkan bahwa upaya untuk mengkonsolidasikan gencatan senjata di Jalur Gaza sedang berlangsung, tetapi sedikit kemajuan yang telah dibuat sejauh ini.

Selama beberapa bulan terakhir, Mesir telah memimpin diskusi dengan Hamas untuk membangun kembali daerah kantung yang diblokade.

Gencatan senjata yang dimediasi Mesir mulai berlaku pada Mei setelah operasi pengeboman 11 hari yang mematikan oleh Israel, yang menewaskan 256 warga Palestina di Gaza selain menyebabkan kerusakan serius pada rumah dan infrastruktur.

Di Israel, tembakan roket dari Hamas dan faksi Gaza lainnya menyebabkan 13 kematian.

Perwakilan Hamas juga bertemu dengan Kamel di Kairo bulan lalu untuk membahas gencatan senjata jangka panjang.

Sumber Hamas kemudian melaporkan, Mesir menawarkan untuk membantu meningkatkan ekonomi daerah kantung yang diblokade, dan mengizinkan lebih banyak barang melalui perbatasan Rafah antara Jalur Gaza dan wilayah Sinai Mesir.

Rencana Mesir juga kemungkinan mencakup pertukaran tahanan antara Israel dan Hamas, yang telah menangkap setidaknya dua tentara Israel setelah serangan Israel 2014 di Gaza. Kelompok itu berharap untuk menukar tawanannya dengan sekitar 4.500 warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.

Kamel juga telah bekerja untuk membantu menyelesaikan perpecahan politik antara Hamas di Gaza dan saingannya Fatah di Tepi Barat yang diduduki Israel. (T/RI-1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)