KEPEDULIAN ARTIS TERHADAP RS INDONESIA DI GAZA

Artis Terhadap Palestina

Artis Terhadap PalestinaOleh : Septia Eka Putri

Ternyata kehidupan para artis tidak selamanya  identik  dengan dunia kemewahan atau glamor.  Ada juga diantara mereka memiliki kepedulian tinggi terhadap nasib umat Islam yang tertindas di Negara Palestina. Diantara para artis yang peduli terhadap umat islam adalah grup musik SLANK. Beberapa hari lalu mereka ikut meramaikan launching kampanye bantuan alat kesehatan di Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina.

Kepedulian merupakan suatu kebaikan yang merupakan bentuk  rasa kasih sayang manusia terhadap makhluk di muka bumi ini. Peduli terhadap sesama manusia baik  muslim maupun non muslim merupakan hal yang wajar, dari kalangan manapun dia, dari apapun latar belakang kehiduapnnya, semua kita adalah sama. Semua kita adalah makhluk hidup yang di ciptakan oleh Allah SWT, kita satu Adam dan satu Hawa.

Baru-baru ini dari kalangan artis SLANK dan kawan-kawan ikut serta dalam aksi donasi bantuan untuk RS Indonesia di Gaza yang dibangun bersama tim dari Indonesia. Mereka pantas dijadikan panutan untuk kita semua. Kepedulian ini merupakan suatu keikhlasan dari hati mereka, bahkan dalam satu wawancara eksklusif yang dilakukan oleh wartawan MINA,  Bimo (Bimbim), personel SLANK mengatakan:

“Sempet takut, tapi kalo mati katanya syuhada. Oke berangkat.”ujar sebuah grup musik terkenal di Indonesia yang dibentuk pada 26 Desember 1983 itu.

Mereka sangat antusias sekali dalam kepedulian ini.  Terkadang kita sering melihat bahwa dunia artis hanya mementingkan diri dan kemewahan belaka. Tapi disini, SLANK menunjukkan bahwa dengan kepedulian besar berupa keikutsertaan dalam pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit Indonesia di Gaza.

Tidak hanya SLANK, masih banyak kalangan grup musik lain yang peduli terhadap RS Indonesia di Gaza, diantara nya Ombat (Tengkorak), Hengki Saing, Vadi Akbar, Salma (Pelukis Cilik), Wali, Jihan Fahira dan kalangan artis lainnya.

Kepedulian Artis Internasional

Isu Palestina juga mendapatkan perhatian besar dari kalangan artis Internasional seperti Maher zain, dan Michael Heart.

Maher Zain, pelantun lagu “InsyaAllah” menciptakan lagu yang membuat semua orang terpesona. Dengan lagu yang dinyanyikannya acap kali menceritakan tentang kejadian yang ada di Gaza. Keteguhan rakyat Palestina untuk mempertahankan Gaza membuat Maher Zain, artis Muslim kelahiran Tripoli, Lebanon 19 Juli 1981 itu  terinspirasi untuk membuat lagu berjudul Palestine Will Be Free. Dalam liriknya, dia yakin bahwa suatu hari Palestina akan memperoleh kebebasan dan perdamaian yang mereka inginkan.
“Every day we tell each other/That this day will be the last/And tomorrow we all can go home free/And all this will finally end/Palestine tomorrow will be free.”

Setiap hari kita saling bercerita / Bahwa hari ini akan menjadi yang terakhir / Dan besok kita semua bisa pulang gratis / Dan semua ini akhirnya akan berakhir / Palestina besok akan bebas.”

Diatas merupakan salah satu lirik lagu yang dilantunkan oleh Maher Zain, bahwasannya kita sangat perlu mendukung kebebasan di Gaza terutama sekali untuk kebebasan Mesjid Al-Aqsa yang sekarang dikuasai oleh Israel.

Michael Heart penyanyi dari Los Angeles Amerika Serikat kelahiran Suriah membuat lagu khusus dengan suara bom meledak sebagai intro video. ‘We Will Not Go Down (Song For Gaza)’ menceritakan tragedi Gaza, tidak hanya kepada orang-orang Palestina, tetapi juga semua orang di seluruh dunia. Lagu yang ditulis oleh Michael Heart ini sudah jutaan kali dilihat di YouTube. ‘We Will Not Go Down (Song For Gaza)’ telah menjadi lagu tema perlawanan Palestina terhadap agresi Israel, di seluruh dunia, “dari London ke Sydney dan Las Vegas”. Siapa sebenarnya Michael Heart? Berikut adalah penjelasannya dikutip dari berbagai sumber yang membicarakan siapa dirinya.

Siapa Annas Allaf dan siapa Michael Heart;

Annas Allaf adalah nama aslinya, dan Michael Heart adalah nama panggungnya. Artis tersebut  sukses besar dengan lagu tentang serangan Israel di Gaza, “We Will Not Go Down.”

Sungguh menakjubkan! Dalam waktu kurang dua minggu, lagu itu mencapai setengah juta pemirsa di YouTube, dengan ribuan komentar, dan ribuan email yang dikirim. Isi pesannya secara pribadi sangat luar biasa. Banyak email juga berasal dari warga Gaza sendiri, mengatakan mereka bisa mendengar bom dari rumah mereka.

“We will not go down in the night, without a fight, You can burn up our mosques and our homes and our schools, But our spirit will never die, We will not go down In Gaza tonight”

“Kami tidak akan menyerah malam hari, kecuali dengan perlawanan, Kalian boleh membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami Tapi semangat kami tidak akan pernah mati. Kami tidak akan menyerah Di Gaza malam ini.”

Lirik lagu diatas mengguncang dunia, pengalaman pelantun ini menjelaskan dia menulis lagu ini untuk mencari informasi obyektif dan akurat atas apa yang menimpa warga Palestina di Gaza. Lagu ini sangat direspons positif oleh kalangan masyarakat di Gaza sendiri dengan kesederhanaan lirik yang mampu mengguncang dunia.

Inilah salah satu kepedulian dikalangan artis Dunia, Palestina harus dibebaskan masjid Al-Aqsa harus direbut kembali dari kaum zionis yang kejam. Untuk kita semua, La Tahzan Innallaha Ma’an (jangan bersedih, Allah bersama Kita). (Putri/P04)

Mi’raj Islami News Agency (MINA)

Comments: 0