Kesulitan Saudaramu Adalah Jalan Kemudahan Untukmu

Oleh: Rudini Muslim

Setiap manusia pasti mempunyai permasalahan yang menimpanya. Tak sedikit yang stres, gila bahkan bunuh diri akibat tidak kuat diterpa problematika hidup tersebut, padahal Allah Subhanahu wa ta’ala tidak akan memberikan beban ataupun masalah di luar kemampuan hamba-Nya.

,,,لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَا‌ۚ

Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (QS. Al-Baqarah: 286)

Imam Ibnu Katsir mengomentari ayat ini bahwa “ini merupakan kelembutan, kasih sayang dan kebaikan-Nya terhadap makhluk-Nya”. Dengan ini yakinlah bahwa problematika yang menimpa kita pasti kita mampu melewatinya.

Hidup tidak lepas dari masalah, baik materi dan immateri. Semua yang terjadi di alam semesta berada dalam sunnatullah termasuk masalah (ujian) di dalamnya. Namun, tidak mungkin Allah tabaroka wa ta’ala memberikan ujian kalau tanpa solusinya.

Allah Subahanu wa ta’ala akan memberikan jalan keluar bagi hamba-Nya yang bertaqwa.

 وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُ ۥ مَخۡرَجً۬ا

Artinya: Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. (QS. Ath-Thalaq: 2)

Ali bin Abi Thalhah menceritakan dari Ibnu Abbas maksud dari  ayat di atas adalah Dia akan menyelamatkannya dari kesusahan dunia dan akhirat.

Allah tabaroka wa ta’ala begitu dekat kepada hamba-Nya yang beriman dan menyandarkan semua urusan kepada-Nya. Dia akan memberi jalan keluar atas kesusahan yang dihadapi dengan syarat hamba tersebut bertaqwa dengan sebenar-benarnya.

 يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya (QS. Ali-Imran: 102)

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud ia berkata “Agar Dia ditaati dan tidak ditentang, diingat tidak dilupakan, disyukuri tidak diingkari”.

Ali bin Abi Thalhah menceritakan dari Ibnu Abbas, yang dimaksud dengan takwa dengan sebenar-benarnya adalah berjihad di jalan Allah dengan sebenar-benar jihad dengan tidak merasa takut terhadap celaan orang-orang yang suka  mencela, berlaku adil terhadap diri mereka sendiri, orang tua dan anak-anak mereka”

Sandarkan semua permasalahan yang kita hadapi kepada sang Kholiq jangan kepada makhluk, karena makhluk pasti akan musnah dan Dia adalah Maha Kekal.

Saudaraku, janganlah engkau lari dari permasalahanmu karena pasti akan berlalu dan di balik kesusahan pasti akan ada kemudahan. Setelah kesempitan pasti akan ada kelapangan. Sebagaiman firman Allah azza wa jalla:

 إِنَّ مَعَ ٱلۡعُسۡرِ يُسۡرً۬ا

Artinya: Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS. Al-Insyirah: 6)

Rasulullah sallalahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan do’a kepada umatnya agar diangkat segala kesusahan yang menimpanya, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam Shahihnya, no 247 (Mawaarid) dan Ibnu as-suni no. 351, beliau sallalahu ‘alaihi wa sallam:

اَللَّهُمَ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلَا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحُزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا

Artinya: Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Sedang yang susah bisa Engkau jadikan mudah, apabila Engkau menghendakinya.

Allah berkehendak atas segala sesuatu kepada makhluk-Nya apakah itu kemudahan atau kesusahan, sebagai hamba-Nya kita sepantasnya untuk meminta segala sesuatu kepada-Nya. Mintalah kepada sang Maha Kuasa dan Perkasa.

Salah satu cara yang diajarkan oleh Rasulullah sallalahu ‘alaihi wa sallam agar kita kita ditolong oleh Allah tabaroka wa ta’ala dan diberi kemudahan oleh-Nya adalah dengan menolong saudara kita, karena beliau sallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radiallahu ‘anhu:

من نفس عن مؤمن كربة من كرب الدنيا نفس الله عنه كربة من مرب يوم القيامة ، ومن يسر على معسر يسر الله عليه في الدنيا و الآخرة ، ومن ستر مسلما ستره الله فى الدنيا و الآخرة ، و الله في عون العبد ما كان العبد في عون أخيه

Artinya: “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutup aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu suka menolong saudaranya. (H.R Abu Hurairah ra)

Inginkah anda dihilangkan kesusahan anda ketika hari kiamat, yang dimana pada waktu merupakan fitnah yang sangat besar? Maka bantulah saudara anda dari kesusahan, karena hal itu akan menjadi jalan menuju ladang pahala untukmu.

Inginkah anda dimudahkan urusan anda di dunia tempat anda sekarang hidup dan kehidupan yang kekal di akhirat? Maka mudahkanlah urusan sesama.

Inginkah anda ditolong oleh Dzat yang Maha Kuasa yang Maha Perkasa, yang dengan pertolongan-Nya walaupun seluruh makhluk berupaya untuk mencelakakannya tetapi dengan pertolongan-Nya PASTI akan selamat? Maka tolonglah saudara anda.

Jangan gusar saudaraku, jangan gundah Allah bersama orang-orang yang beriman, beramal saleh dan orang-orang yang ikhlas.(R10/RS1)

 

Referensi:

Luabaabut Tafsir min Ibnu Katsir, Abdullah bin Muhammad bin Abdurrahman bin Ishaq al-Seikh, Pustaka Imam asy-Syafi’I, 2004 M

Hishnul Muslim “Doa dan wirid”, Said bin Ali bin Wahf al-Qathani, at-Tibyan, 1433 H

Hadits Arba’in, Imam an-Nawawi

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)