Ketika Roket-Roket dari Gaza Mengguncang Israel

Oleh: Ali Farkhan Tsani, Redaktur Senior Kantor Berita MINA

Saat pesawat militer Israel menyerang secara sporadis Jalur Gaza dan menyasar warga sipil. Segera roket-roket sayap militer Hamas dan Jihad Islam meluncur ke kota-kota pendudukan, menjawab serangan.

Sirine pun meraung-raung, warga Israel berhamburan mencari perlindungan.

Dalam dua hari saja, Senin-Selasa (10-11 Mei 2021) lebih dari 700 roket telah ditembakkan ke Israel.

Pusat kota Tel Aviv, tak terkecuali disasar puluhan roket berbagai jenis dan ukuran.

Korban pun berjatuhan. Tentara Israel jatuh terluka. Tujuh pemukim ilegal Yahudi pun terluka. Kerusakan parah terjadi pada beberapa bangunan di kota Ashkelon. Kilang minyak di Ashkelon-Eilat terbakar dihajar roket Tamir.

Sistem pertahanan udara Iron Dome (Kubah Batu) tak berkutik mencegat sejumlah besar roket. Seperti tak terdeteksi, dan mahir berkelit.

Harian New York Times mengungkapkan, sistem pertahanan militer Israel Iron Dome cacat teknis menghadapi roket-roket yang diluncurkan dari Gaza, yang menyebabkan banyak korban di antara pasukan pendudukan.

Media Israel, Yedioth Ahronoth menyebutkan, serangan roket ke Tel Aviv dan sekitarnya adalah yang paling besar selama ini.

Bahkan gelombang roket di Tel Aviv tidak pernah disaksikan dalam sejarah peperangan selama ini.

Juru bicara militer Al-Qassam, Abu Obeida dalam pernyataannya mengatakan, serangan roket besar-besaran menuju Tel Aviv menggunakan rudal berat Al-Attar, dan menargetkan bandara Ben Gurion.

Roket-Roket Baru

Sayap Militer Bersama seluruh Faksi Perlawanan Palestina di Jalur Gaza mengumumkan dilancarkannya pertempuran “Pedang Al-Quds” (Saef Al-Quds) melawan penjajahan di Yerusalem dan Al-Aqsa.

Roket-roket yang digunakan saat ini bukan seperti yang terdahulu. Dalam beberapa tahun terakhir, sayap militer di Jalur Gaza telah menggunakan pengalaman bertahun-tahun untuk memodifikasi versi mereka sendiri.

Sebagian besar roket memang diambil dari gudang senjata yang telah ada sejak Operation Protective Edge tahun 2014. Tetapi beberapa jenis baru pertama kali terungkap pada 2019. Sejumlah roket jarak pendek lainnya terungkap sejak 2001.

Perkiraan intelijen Israel, berdasarkan serpihan roket yang menyasar wilayahnya, terdapat puluhan roket dengan jangkauan 100-160 km, yang menghantam sebagian besar Haifa dan lebih jauh ke bagian utara. Termasuk roket jenis R-160, M-302D dan M302-B.

Militer Jihad Islam juga diprediksi memiliki sejumlah kecil roket Buraq-100, yang memiliki jangkauan lebih dari 100 km.

Roket lainnya jenis Buraq-70 yang jauh lebih kecil, yang memiliki jangkauan serupa.

Hamas diprediksi memiliki ratusan roket dengan jangkauan 70-80 km, yang dapat menjangkau tiga target strategis: Tel Aviv Bandara Ben-Gurion dan Yerusalem.

Ini termasuk jenis J-80, M-75, Fajr-5 dan M-75 generasi kedua.

Ada lagi Fajr-3 dan Sejjil-55, yang mampu menjangkau kota-kota besar di pantai dan di tengah, termasuk Rishon Lezion, Rehovot dan Beit Shemesh.

Intelijen Israel menilai, sebagian besar gudang senjata Hamas yang terdiri dari 5.000 hingga 6.000 roket dapat menyerang dari suatu tempat tersembunyi antara komunitas perbatasan Gaza.

Berbagai versi roket Grad dapat mencapai Bersyeba dan Ashdod di Selatan. PIJ Badr-3 memiliki jangkauan yang serupa.

Pada jarak sekitar 10 km, berbagai versi roket Qassam juga dapat mencapai Ashkelon dan seluruh perbatasan Gaza.

Hamas juga memiliki ribuan mortir yang dapat mencapai desa-desa Israel di sepanjang perbatasan Gaza.

Hamas juga diyakini memiliki sebanyak 8.000 roket jarak pendek.

Hamas diperkirakan memiliki kekuatan tempur hampir 40.000 orang. Sedangkan kekuatan tempur Jihad Islam diyakini sedikitnya 9.000 orang.

Pasukan Israel tidak bisa main-main dengan para pejuang Palestina, terutama di Jalur Gaza. Sekali pasukan Israel menyerang. Maka bayarannya adalah ratusan roket-roket yang tak terbendung, yang akan menyasar seluruh tempat di wilayah pendudukan. (A/RS2/P2)

Sumber: Jpost, Quds Press, MINA News.

Mi’raj News Agency (MINA)